Surakarta – Pada masa Ramadhan ini, Kakak Eva Yuliana anggota Komisi III DPR RI melakukan kunjungan kerja di Rumah Tahanan Klas I Surakarta (22/4). Dalam kunjungan tersebut, Kakak Eva memeriksa kondisi rutan dan para warga binaan di dalamnya.
‘’Kondisi Rutan sangat terawat, sangat bersih dan terjaga, kendati dalam kondisi ever kapasitas warga yang dibina,’’ ujarnya ketika hendak meninggalkan hotel prodeo yang terletak di jalan Slamet Ryadi tersebut.
Kakak Eva Yuliana yang tiba di Rutan sekitar pukul 16.00 itu juga melakukan tour of prison guna melihat kondisi para warga binaan disambut warga binaan di halaman Rutan yang memainkan alat musik. Aggota dewan dari Dapil VI Jateng itu secara langsung mengecek hasil kerajinan para penghuni seperti kaus, cinderamata dan olahan makanan.
Saking tertariknya akan kerajinan tangan itu, dia pun langsung meminang suvenir yang dipamerkan.
Kepada wartawan yang menyertai dalam kunjungan tersebut, Kakak Eva mengaku, persoalan over kapasitas terjadi di hampir seluruh rutan dan lapas di Indonesia.
Pihaknya memastikan fasiltas kepada warga binaan tetap tercukupi. “Over kapasitas kan hampir 100 persen, sehingga berdampak pada anggaran. Maka butuh inovasi, ini bisa dilakukan dengan baik. Tidak ada warga binaan yang tidak makan. Persoalan over kapasitas itu persoalan nasional,” ungkapnya.
Dia menuturkan, perlu komunikasi bersama membahas persoalan itu agar over kapasitas bisa diatasi. Dia menyebut Rutan Solo sumpek, namun penuh kehangatan melihat kebersihan dan kerapian di dalam rutan.
Kakak Eva menilai fungsi pembinaan yang dipamerkan juga layak diapresiasi. Kemudian, telah ada koordinasi dengan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk melatih warga binaan. Bahkan, tidak menutup kemungkinan pelatihan itu bisa menggandeng pihak ketiga dengan harapan perekonomian di tengah pandemi dapat membaik.
Kepala Rutan Klas I Solo, Urip Dharma Yoga menjelaskan dalam kunjungan tersebut, Kakak Eva telah mengecek seluruh kondisi rutan seperti pelayanan hingga bantuan. Namun salah satu yang menyita perhatiannya adalah larangan kunjungan tatap muka oleh keluarga pada warga binaan.
Kakak Eva juga menyoroti agar perbaikan beberapa kawasan rutan yang dalam kondisi memprihatinkan.
“Saat ini jumlah warga binaan 488 sementara kapasitas 293. Kami menampilkan hasil karya kami di luar rutan lewat program one day one product. Penampilan diiringi musik agar menarik masyarakat,” tandasnya. (Nasdemjateng.id)

