18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Pardiman Terapkan Strategi Getok Tular untuk Rengkuh Wong Solo

Surakarta – Ketua DPD NasDem Surakarta Pardiman menempuh stategi getok-tular untuk merengkuh hati wong Solo. Menurutnya, penggunaan cara-cara konvensional dapat berpotensi lesu sebelum gerakan berkembang.

‘’Warna merah di Solo sudah mendarah daging, jadi untuk masuk ke dalam tubuh orang Solo, kami menyusup lewat sumsum-sumsumnya, sehingga tidak terasa, tahu-atahu Solo akan membiru,’’ ungkap Pardiman.

Salah satu cara yang digunakan, adalah melakukan kegiatan dalam skala kecil.  Misalnya, agen muda  DPD NasDem Surakarta yang turun ke jalan di depan Stasiun Balapan Solo, menyapa warga sekaligus membagikan takjil dan makanan sebagai persiapan buka puasa pada Rabu (21/4).

‘’Kegiatan ini diikuti sekitar lima puluh anak muda, yang terdiri dari berbagai golongan, ada yang Muslim tetapi juga banyak yang berasal dari agama lain. Mereka menjadi satu meskipun kegiatannya terkait dengan puasa Ramadan,’’ ujar Pardiman.

Menurut Pardiman yang juga seorang pengacara kondang di Solo tersebut, kegiatan bagi takjil dan makanan itu berlangsung secara rutin, dari satu titik ke titik yang lain.

‘’Kegiatan ini ibaratnya gerilya musim puasa, karena kondisi Surakarta yang benar-benar berbeda dibanding kota-kota lainnya,’’ ujarnya.

‘’Kota Solo sangat lekat dengan merah. Walikotanya PDIP, Presiden RI kader PDIP berasal dari Solo. Suara terbanyak Pilek 2019 dimiliki Puan Maharani kader PDIP dari wilayah Solo Raya, pokoknya merah komplit,”tambahnya.

Dengan kondisi itu, lanjut dia, bukan berarti NasDem tidak punya peluang untuk tumbuh. Buktinya pada Pileg 2019, satu kader NasDem , Eva Yuliana, berhasil melenggang ke Senayan untuk duduk sebagai anggota DPR RI, dengan capaian suara yang tidak sedikit.

“Artinya NasDem bisa, hanya saja memang untuk Pileg 2019 kemarin, belum memberikan berkah bagi para kader yang maju untuk memperbutkan kursi DPRD Kota Surakarta,” terangnya.

Kondisi perpolitikan Surakarta yang didominasi oleh PDIP itu, mengharuskan fungsionaris NasDem menyusun strategi jitu. Salah satu yang akan segera dilakukan adalah memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting atau desa.

‘’Surakarta terdiri atas lima kecamatan dan 54 kelurahan. Jumlah penduduk di lima kecamatan itu mencapai 500.642, dengan jumlah pemilih sebesar 300 ribu-an. Itulah makanya, kami mempunyai target di akhir Juni, sudah bisa melengkapi pengurus ranting di seluruh desa, sehingga jumlah kader yang ber e-KTA minimal 3.500 kader,’’ ujarnya.

Modal 3.500 kader ber e-KTA itu, lanjut dia, NasDem Surakarta akan bergerilya dari rumah ke rumah, dari kampung-ke kampung dari kelompok basis ke kelompok basis. Hal ini bertujuan untuk meyakinkan bahwa saat ini Indonesia, khususnya Kota Surakarta, membutuhkan gerak perubahan.

‘’Solo sekarang atau Indonesia saat ini sudah baik, namun perlu gerakan untuk membuatnya lebih baik lagi. Karena itu, NasDem dengan gelora anti mahar, adalah alternatif terbaik untuk digunakan sebagai sarana memperbaiki kondisi Indonesia,’’ katanya berkobar-kobar.

Menurutnya, strategi yang akan digunakan untuk meyakinkan warga Surakarta bahwa NasDem yang terbaik, adalah dengan metode getok-tular atau mulut ke mulut.

‘’Kegiatan konvensional untuk sementara kami tanggalkan, saat ini NasDem Surakarta memilih taktik getok-tular. Satu kader  meyakinkan lima atau sepuluh warga Solo, bahwa NasDem adalah partai yang terbaik. Jika kader itu telah memiliki anggota, maka anggotanya didorong untuk memiliki anggota lagi. Jadi, dari anak, punya cucu, kemudian menetas menjadi cicit. Kami akan mengembangkan sistem sel dalam berorganisasi,’’ katanya mengakhiri pembicaraan sambil nyruput teh kental di Wedangan Gareng, Solo. (Nasdemjateng.id)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top