Merdeka.com – Sekjen Partai NasDem Johnny G Plate mengatakan memang tak jarang hoaks yang ada di Indonesia terjadi karena ucapan dari elite partai politik. Sebab, kata dia, tak jarang partai politik mengingkari apa yang telah disepakati baik dengan pemerintah dan DPR.
“Kebijakan presiden yang dikritik, kebijakan presiden semua dari perspektif oposisi yang enggak betul lah itu yang dimaksudkan dengan hoaks itu,” kata Johnny saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat (9/3).
Baca lainnya : Darsinah Senang Mendapatkan Layanan Kesehatan
Dia mencontohkan, dalam hal utang negara beberapa partai politik baik koalisi, oposisi dan pemerintah sudah memiliki kesepakatan. Tetapi saat utang negara sudah disetujui nyatanya banyak partai politik yang mengkritik pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke media.
“Yang dibicarakan utang luar negeri hampir Rp 4000 triliun siapa yang setujui utang luar negeri? Yang menyetujui itu pemerintah dan DPR. Pemerintahnya Presiden melalui Menteri Keuangan. DPR nya semua fraksi yang ada di DPR termasuk yang oposisi itu setuju. Keluarlah kita punya postur APBN dengan postur defisitnya sebesar setiap tahun di bawah tiga persen,” ungkapnya.
Baca lainnya : Choirul Muna: Shalawat Pancasila Terlalu Berlebihan
“Dia setujui tapi pada saat keluar, bilang ini utang yang besar enggak benar ini Presiden. Lu yang enggak benar bilang Presiden yang enggak benar, kan itu disetujui bersama. Nah ini hoaks bukan,” katanya.
Anggota Baleg DPR itu pun mengimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan berita bohong agar demokrasi Indonesia berkualitas.
“Yang dimaksudkan jangan mengatakan yang tidak benar sebagai kebenaran itu yang maksud dengan marilah kita jaga demokrasi kita ini supaya lebih berkualitas,” tandasnya.
Baca lainnya : Prananda Paloh: Nasionalisme Tanpa Nilai Agama Adalah Nasionalisme Hampa
Diberitakan sebelumnya, Sekjen PSI Raja Juli Antoni menuding hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel. Dia menilai partai oposisi gagal menawarkan kebijakan alternatif.
“Hoaks ada karena kita tidak punya oposisi kredibel. Tidak ada policy alternatif. Mainkan isu primordial saja. Yang setuju RT,” katanya dikutip merdeka.com dari akun twitter miliknya, Kamis (8/3).
“Tesis utama kami, hoaks menjamur karena Indonesia tak punya partai oposisi yang kredibel, oposisi gagal menawarkan policy alternatif”.
SUMBER: https://www.merdeka.com/politik/hoax-karena-oposisi-tak-kredibel-nasdem-contohkan-kebijakan-jokowi-yang-dikritik.html


