Jakarta – KH choirul Muna menyesalkan ritual kebangsaan yang dilakukan oleh komunitas paguyuban Sawunggaling dengan menyanyikan Shalawat Pancasila yang dilakukan di Makam Sawunggaling Lakarsantri Surabaya.
“Saya kira itu bentuk pujian yang sudah berlebihan, memang diakuinya dari aspek fiqh terdapat beberapa pendapat, tergantung obyek dan niatnya, biasanya shalawat itu kepada Nabi Muhammad SAW dan keluarganya, namun saya baru mendengar ada shalawat yang ditujukan untuk falsafah negara, yaitu Pancasila, lha wong kita menyebutkan sholawat untuk sayyidina Ali tanpa menyebut Rasulullah saja itu sudah makruh manhi, apalagi ini diperuntukan pada subuah falsafah negara” kata anggota Komisi VIII DPR RI, KH Choirul Muna Rabu (7/3/2018).
Baca juga : Prananda Paloh: Nasionalisme Tanpa Nilai Agama Adalah Nasionalisme Hampa
Tentu kita apresiasi jika ada sekelompok warga yang mencintai negeri ini, tuturnya, tetapi jangan sampai “Ghuluw” atau berlebihan. Karena ini sudah menyangkut ritual keagamaan, sedangkan Pancasila sendiri bukanlah agama, seyogyanya umat Islam hanya memanjatkan shalawat yang ma’tsurah. “Jika itu shlawatan ya Shlawatan sesuai anjuran Rasulullah jangan digubah-gubah lagi, jika itu berdoa bisa dengan bentuk doa yang sesuai,” katanya.
Dia juga mewanti-wati kepada semua pihak agar tidak mudah membagikan video-video yang provokatif yang memancing kegaduhan di tengah publik, masyarakat sudah lelah dengan kontroversi di media sosial apalagi setelah terungkapnya jaringan Muslim Cyber Army.
Sebelumnya diberitakan, persoalannya komunitas Paguyuban Sawunggaling ini mengunggah video saat menggelar ritual kebangsaan itu dengan menyanyikan Shalawat Pancasila yang kemudian beberapa hari terakhir ini viral di media sosial.
Baca juga : Mengharukan! Cerita Ketika Ganjar Menginap di Rumah Nenek Pengidap Stroke di Tegal
Choirul Muna mengapresiasi pihak Polres setempat dan MUI yang bertindak cepat untuk mengantisipasi kegaduhan umat Islam dalam merespon fenomena itu dengan melarang melagukan Shalawat Pancasila dinyanyikan pada ritual Paguyuban Sawunggaling.
Sumber : https://fraksinasdem.org/2018/03/08/choirul-muna-shalawat-pancasila-terlalu-berlebihan





