JATENG.NASDEM.ID — DPW Partai NasDem Jawa Tengah menerima kunjungan akademik mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Diponegoro dalam rangka wawancara mata kuliah Lembaga dan Proses Politik di Indonesia di kantor DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Jl. Madukoro Raya, Tawangsari, Semarang Barat Kota Semarang, pada Senin (11/5).
Kunjungan tersebut diikuti oleh 11 mahasiswa yang melakukan diskusi dan wawancara intensif terkait peran partai politik, pendidikan politik, serta kontribusi partai terhadap masyarakat.
Hadir dalam agenda tersebut Bendahara DPW Partai NasDem Jawa Tengah, Prianto A. Suryono, Wakil Ketua Bidang Pemilih Pemula dan Milenial, Prio Hananto dan Wakil Sekretaris Bidang Ideologi, Organisasi dan Kaderisasi, Aidris Saputro.
Dalam forum tersebut, Prianto A. Suryono memaparkan profil Partai NasDem, mulai dari visi dan misi partai, struktur organisasi, hingga berbagai program sosial kemasyarakatan yang dijalankan partai.
“Kami ingin menunjukkan bahwa partai politik tidak hanya hadir saat pemilu, tetapi juga aktif menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Prio Hananto menjelaskan mengenai ideologi partai, politik tanpa mahar, serta upaya Partai NasDem dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya menghapus stigma negatif terhadap partai politik.
“Partai politik sejatinya adalah penyambung lidah rakyat. Jika fungsi dan tugas partai dijalankan dengan baik, maka keberadaan partai justru dapat membantu masyarakat,” kata Prio.
Dalam sesi diskusi, mahasiswa juga menyoroti berbagai program sosial yang dijalankan Partai NasDem, seperti layanan ambulans gratis, rumah singgah bagi pasien kanker, penyaluran beasiswa PIP, hingga advokasi isu perempuan dan masyarakat adat.
Aidris Saputro turut menambahkan bahwa Partai NasDem juga mengawal sejumlah isu strategis nasional, seperti pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT), Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), dan perlindungan masyarakat adat.
Salah satu mahasiswa, Dea Saika, mengaku kunjungan tersebut memberikan perspektif baru mengenai peran partai politik di tengah masyarakat.
“Awalnya banyak stigma negatif terhadap partai politik. Namun setelah melihat langsung, ternyata ada banyak program yang memang dirasakan dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai program sosial yang dijalankan Partai NasDem perlu lebih banyak disosialisasikan agar masyarakat mengetahui akses bantuan yang tersedia.
Prio Hananto menegaskan, Partai NasDem terus mendorong keterbukaan informasi publik dan memastikan program pemerintah dapat tersampaikan kepada masyarakat melalui peran legislatif maupun eksekutif.
“Kami berharap konsistensi pelayanan publik yang dibangun Partai NasDem dapat memupus stigma bahwa partai hanya hadir lima tahun sekali saat pemilu tiba,” pungkasnya.

