JATENG.NASDEM.ID — Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah menegaskan bahwa isu merger dengan Partai Gerindra yang sempat mencuat melalui yutub Bocor Alus Politik dan lengkapnya di Majalah Tempo tidak benar. Hal tersebut disampaikan dalam silaturahmi DPW NasDem Jateng dengan manajemen Jateng Pos di Semarang, Selasa (14/4/2026).
Bendahara DPW NasDem Jateng, Prianto A. Suryono, menyatakan bahwa wacana merger yang beredar lebih bersifat opini dan tidak memiliki dasar secara hukum maupun politik. Ia menekankan bahwa partai tetap mengedepankan etika dalam merespons pemberitaan media.
“Kalau ada ketidakpuasan terhadap pemberitaan, jalurnya melalui Dewan Pers. Kita mantan media, jadi paham bagaimana harus bersikap,” ujarnya.
Menurut Prianto, isu merger dinilai terlalu bombastis dan berpotensi menggiring opini publik secara keliru. Ia menegaskan bahwa Partai NasDem saat ini masih aktif, solid, dan terus mengalami peningkatan elektoral dalam beberapa pemilu terakhir.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan DPW NasDem Jateng, Ali Mansyur. Ia menjelaskan bahwa dalam regulasi yang berlaku, khususnya Undang-Undang Pemilu, tidak terdapat mekanisme yang memudahkan terjadinya merger antarpartai politik.
“Secara hitung-hitungan politik, merger itu tidak masuk akal karena pasti sama-sama merugikan. Mendirikan partai saja tidak mudah, harus melalui proses panjang dan verifikasi ketat,” jelasnya.
Ali menambahkan bahwa pemberitaan mengenai merger berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat, terutama bagi kader dan simpatisan yang telah bergabung dengan NasDem. Oleh karena itu, pihaknya menyatakan keberatan atas penggiringan opini tersebut.
“Kalau masyarakat menerima informasi bahwa partai akan merger, tentu bisa merasa dirugikan. Ini yang kami jaga agar kepercayaan publik tetap terpelihara,” katanya.
Dalam forum tersebut, DPW NasDem Jateng juga mengungkapkan telah melakukan koordinasi internal melalui pertemuan daring bersama seluruh DPD se-Jawa Tengah. Upaya ini dilakukan untuk meredam gejolak emosi kader akibat isu yang berkembang.
Selain membahas isu merger, pertemuan tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara partai politik dan media. Direktur Jateng Pos, Bejan Syahidan, menegaskan pentingnya peran media dalam menghadirkan informasi yang berimbang dan edukatif.
“Media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang mencerahkan dan membangun optimisme publik,” ujarnya.
Sementara itu, NasDem menegaskan komitmennya untuk tetap fokus pada kerja nyata di tengah masyarakat. Kader diinstruksikan untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif dan terus memperkuat kedekatan dengan warga.
“NasDem tetap solid dan fokus pada kerja nyata. Kekuatan partai ada pada kekompakan kader dan kedekatan dengan masyarakat,” tegas Ali Mansyur.
Melalui silaturahmi ini, kedua pihak sepakat untuk terus menjaga komunikasi dan kolaborasi dalam mendukung ekosistem informasi yang sehat, sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di daerah.***

