JATENG.NASDEM.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah menyampaikan pernyataan keberatan atas desain cover Majalah Tempo edisi 12 April 2026. Pernyataan sikap ini disampaikan langsung oleh sejumlah pimpinan DPW NasDem Jateng dalam kunjungan ke kantor Radar Semarang pada Selasa, 14 April 2026.
Hadir dalam kunjungan tersebut Prianto A. Suryono selaku Bendahara NasDem Jateng, Ali Mansyur HD sebagai Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan, Ono Sarwono selaku Ketua DPD NasDem Boyolali, serta Edi Hidayat, Wakil Sekretaris Bidang Administrasi.
Menurut perwakilan DPW NasDem Jateng, ilustrasi pada cover Majalah Tempo edisi tersebut menampilkan sosok Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, secara tidak proporsional dan dinilai merendahkan martabat pimpinan partai. Pihak DPW menilai hal tersebut merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap Surya Paloh.
“Kami menilai cover Majalah Tempo edisi April 2026 ini telah melakukan pembunuhan karakter terhadap Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh. Ilustrasi yang ditampilkan tidak proporsional dan tidak mencerminkan etika jurnalistik yang bertanggung jawab,” ujar perwakilan DPW NasDem Jateng dalam pertemuan tersebut.
Prianto A. Suryono menambahkan, keberatan ini juga merupakan cerminan dari aspirasi kader-kader NasDem di tingkat daerah yang merasa tidak terima dengan penyajian tersebut. Menurutnya, kader di daerah sangat terikat secara emosional dengan figur ketua umum dan infrastruktur partai yang telah dibangun melalui perjuangan panjang sejak NasDem berdiri.
Ali Mansyur HD menegaskan, meskipun pihak DPW keberatan, seluruh respons dan langkah yang diambil tetap mengacu pada koridor hukum dan undang-undang yang berlaku. Partai NasDem, kata dia, berkomitmen untuk tidak melakukan tindakan yang justru dapat merugikan demokrasi.
Kunjungan ke Radar Semarang juga menjadi momentum bagi para pimpinan NasDem Jateng untuk berdialog dengan insan pers mengenai peran media mainstream di tengah gempuran media sosial. Mereka menyatakan apresiasinya terhadap ketangguhan media-media daerah seperti Radar Semarang, Radar Kudus, dan sejumlah media lokal lainnya yang dinilai tetap bertahan dan bahkan tumbuh di tengah berbagai dinamika industri media saat ini.
DPW NasDem Jateng menyatakan akan terus memantau perkembangan terkait cover tersebut dan tidak menutup kemungkinan mengambil langkah-langkah resmi sesuai mekanisme hukum yang berlaku. (*)

