JATENG.NASDEM.ID – Anggota DPRD Kabupaten Jepara Fraksi Partai NasDem, Nur Hidayat, menegaskan bahwa persoalan utama pelayanan kesehatan di Puskesmas bukan semata keterbatasan fasilitas, melainkan lemahnya komunikasi dan kurangnya empati dalam pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Nur Hidayat dalam Rapat Kerja Komisi C DPRD Jepara bersama Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Jepara, yang digelar di Ruang Serbaguna Sekretariat DPRD Jepara, Selasa (3/2/2026) .
Menurutnya, banyak aduan masyarakat muncul akibat miskomunikasi antara tenaga kesehatan dan pasien, terutama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Puskesmas. Kondisi pasien yang datang dalam keadaan panik dan tertekan sering kali memperburuk persepsi masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Masyarakat sering kali tidak memahami alur pelayanan kesehatan. Di sisi lain, tenaga kesehatan menghadapi beban kerja yang berat. Jika tidak diimbangi komunikasi yang baik dan empati, maka keluhan mudah muncul dan berkembang di media sosial,” ujar Nur Hidayat.
Ia menekankan pentingnya pelatihan komunikasi bagi tenaga kesehatan agar mampu menjelaskan proses pelayanan secara jelas, termasuk terkait observasi medis, antrean, hingga waktu tunggu kamar perawatan. Penjelasan yang baik dinilai mampu menurunkan kecemasan pasien dan keluarga.
Selain itu, Nur Hidayat juga menyoroti kondisi psikologis tenaga kesehatan yang kerap terabaikan. Beban kerja tinggi dan tekanan pelayanan, menurutnya, perlu diimbangi dengan perhatian terhadap kesehatan mental petugas.
“Tenaga kesehatan ini pekerjaannya sangat berat. Perlu ada program penyegaran, peningkatan kapasitas, bahkan fleksibilitas pelayanan ketika petugas mengalami kelelahan fisik maupun mental,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia mendorong penerapan budaya pelayanan ramah di Puskesmas dengan mengedepankan prinsip 3S (Senyum, Salam, Sapa) serta pendampingan khusus bagi pasien rentan seperti lansia agar memperoleh pelayanan yang lebih manusiawi.
Nur Hidayat juga mengingatkan pentingnya pembenahan fasilitas dan lingkungan Puskesmas. Ia menilai kebersihan, penataan ruang, hingga kondisi peralatan medis harus menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada keselamatan dan kepercayaan masyarakat.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya soal tindakan medis, tapi juga kenyamanan, kebersihan, dan rasa dihargai. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara DPRD, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas terus diperkuat agar pelayanan kesehatan di Jepara semakin ramah, cepat, dan berkualitas menuju terwujudnya Jepara Sehat.***

