18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kak Fadholi dan BKKBN Jateng Imbau Hindari Pernikahan Dini untuk Cegah Stunting

JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Kak Fadholi bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah mengimbau para remaja agar tidak melakukan pernikahan usia dini. Salah satu dampak dari pernikahan dini bisa mengakibatkan kelahiran anak dalam kondisi stunting.

Hal ini disampaikan Kak Fadholi di Balai Desa Penyangkringan Kecamatan Weleri, Kendal, Kamis (4/11). Acara dihadiri para kader NasDem dan masyarakat Desa Penyangkringan. Wilayah ini, merupakan penyokong suara terbanyak di Kecamatan Weleri dalam pencalonan Kak Fadholi.

Hadir dalam sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana Farida Sumarlin, yang merupakan Koordinator Advokasi, Informasi, Edukasi BKKBN Jawa Tengah. Kemudian, Sekretaris DP2KBP2PA Kabupaten Kendal Indar Suciani, dan Kades Penyangkringan.

Mengenai stunting sendiri, pada Pasal 1 Perpres Nomor 72 Tahun 2021 dimaknai sebagai gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. Penetapan kondisi ini dilakukan oleh menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

“Diharapkan dengan memberikan edukasi pada masyarakat, bisa selalu hidup bersih dan sehat dengan kebersihan di lingkungan keluarga untuk menciptakan hidup sehat. Sedangkan untuk anak-anak stunting kita akan memberikan suport, secara psikologi anak setuntung perlu dibersihkan jiwanya sehingga akan menarik pertumbuhannya,” kata Kak Fadholi

Sedangkan Farida Sumarlin menjelaskan beberapa penyebab kegagalan penanggulangan stunting, di antaranya akibat pendapatan keluarga yang menurun karena efek pandemi Covid-19, sehingga keluarga tidak mampu untuk membeli makanan yang bernutrisi baik.

Oleh karena itu, ia juga menyarankan agar Kemenkes dapat bekerja sama dengan Kementerian Sosial untuk membantu keluarga yang tidak mampu tersebut agar dapat mencegah dan menurunkan terjadinya stunting.

“Saat ini di Jawa Tengah angka stunting ada sekitar 27,69 persen,” katanya. Penyebab stunting, katanya, bukan hanya akibat pernikahan dini, bisa pula kehamilan di usia lanjut. Kondisi itu akan mempengaruhi pertumbuhan bayi sebab ada yang tidak diinginkan hamil. Biasanya terjadi karena tidak menggunakan kontrasepsi, dan sang ibu hamil dalam usia sudah tua.

Menurut Farida, pandemi Covid-19 berpengaruh terhadap daya beli dan kualitas makanan atau asupan yang diterima anak. Stunting biasanya lahir dari keluarga-keluarga yang kesulitan sehingga perlu sinergi dengan Kemensos agar mendukung pendapatan keluarga. Dengan demikian, terjadi peningkatan daya beli makanan yang berkualitas. (NJ23)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top