JATENG.NASDEM.ID – Pancemi Covid-19 mengalihkan perhatian dunia pada berbagai upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular yang satu ini. Akibatnya, adanya berbagai penyakit tidak menular (PTM) luput dari perhatian.
“Saat ini kita sedang mengalami fase pandemi, tapi kita lupa bahwa penyakit tidak menular trennya sangat tinggi di masyarakat,” kata anggota Departemen Kesehatan DPP Partai NasDem Kak Faiz Alauddien Reza Mardhika dalam seminar bersama para remaja Kabupaten Kebumen, Selasa kemarin.
Secara medis, penyakit tidak menular (PTM) ini adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh infeksi virus atau kuman, namun disebabkan oleh gaya hidup. Berbagai contoh penyakit ini adalah stroke, jantung, dan diabetes, dan lain-lain. Tak heran, PTM disebut juga dengan silent killer.
“Saya berbicara terkait penyakit tidak menular untuk memberikan pengetahuan pada para remaja di Kabupaten Kebumen. Dua dari tiga penyebab kematian adalah PTM seperti jantung dan stroke, gejalannya ini dapat membunuh masyarakat secara perlahan,” kata dokter muda ini.
Penyakit tidak menular ini menjadi dominasi penyakit yang dialami oleh masyarakat dari semua tingkatan umur. Perkembangan dari penyakit tidak menular juga diketahui dalam waktu yang panjang. Namun hal tersebut bisa dicegah dengan menerapkan hidup sehat.
Masyarakat dapat menerapkan pengendalian faktor risiko dengan menerapkan perilaku ‘CERDIK’ atau cek kondisi secara berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dengan kalori seimbang, istirahat cukup, dan kendalikan stres.
Kak Reza berharap para remaja di Kabupaten Kebumen bisa menjadi pelopor dalam melakukan pola hidup sehat serta pencegahan penyakit tidak menular ini.
“Harapannya mereka bisa menjadi kader dan pelopor yang bisa mengedukasi masyarakat untuk menjalani hidup sehat dengan melakukan aktivitas fisik, dan menghindari rokok serta alkohol, karena itulah yang bisa mencegah penyakit tidak menular ini,” katanya menekankan.

