JATENG.NASDEM.ID – Masa pandemi seperti sekarang banyak menimbulkan dampak bagi masyarakat. Banyak dari pekerja yang harus kehilangan pekerjaannya karena di PHK. Kondisi ini tentunya bukan kabar baik bagi masyarakat.
Namun, ada juga yang justru mendapatkan peluang bisnis dari situasi ini. Salah satunya adalah Kak Pandi, Ketua DPC Watumalang. Selama pandemi berlangsung, dia justru bisa membuka usaha jahe merah instan yang siap seduh menjadi minuman hangat. Jahe merah banyak diperoleh dari luar daerah dan diolah di rumahnya yang terletak di Desa Kuripan Kecamatan Watumalang, Wonosobo.
Tak pelak, usaha yang belum setahun digelutinya bisa membantu roda perekonomian keluarganya. Tak hanya pasaran lokal, tetapi pesanan juga datang dari luar kota. Rintisan usahanya itu digarap bareng sang istri.
“Saat ini harus pintar pintar cari terobosan untuk bertahan hidup. Tadinya saya juga nggak punya pengalaman mengolah jahe . Semua berawal dari coba-coba. Terlebih lagi saat ini kegiatan partai kan belum ada karena PPKM,” ujar Kak Pandi saat bincang-bincang dengan jateng.nasDem.id, di kantor DPD Wonosobo, Rabu (15/9).
Dia mengharapkan adanya program pelatihan dari partai untuk para kader yang berorientasi pada usaha produktif. Karena kader partai di bawah sangat merasakan dampak ekonominya. “ Kondisi ini justru partai seharusnya banyak memberikan perhatian pada kader di bawah untuk menolong kehidupannya lewat kegiatan yang memiliki dampak ekonomi,” ujar Kak Pandi menjelaskan.
Jika banyak kader yang merasakan kehadiran partai dalam kondisi sekarang, maka besar peluang bagi mereka untuk tetap loyal dan memberikan dukungan. Karena fokus perhatian kader saat ini adalah bagaimana bisa bertahan hidup. Dia juga menginginkan untuk membantu kader dan pengurus di tingkat bawah, namun usahanya masih terlalu mikro skalanya.
Berkaitan dengan capaian e-KTA dan pembentukan DPRt, Kak Pandi mengatakan progresnya sangat pelan, karena situasi seperti ini. Harapannya setelah pandemi agak melandai, dia bisa menjalankan tugasnya bersama dengan pengurus lainnya. (NJ25)

