JATENG.NASDEM.ID – Warna-warni pengurus Partai NasDem berlatar aneka profesi. Keragaman ini, membuat partai yang menawarkan restorasi ini dekat dengan semua kalangan termasuk sosok yang mungkin tidak diperhitungan.
Demikian yang terjadi pada Ketua DPC Kecamatan Kaliwiro, Kak Untung Santoso (60). Sehari-hari Kak Untung mengatur kendaraan di Puskesmas dan Pasar Kaliwiro, bahkan tak jarang menjalankan profesi sebagai supir ambulans Puskesmas Kaliworo.
“Sudah delapan tahun profesi tukang parkir itu saya jalani. Prinsip saya, sepanjang itu halal, maka nyaman saja profesi itu saya jalani,” ujar Kak Untung saat berbincang di Kantor DPD Partai NasDem Wonosobo, Sabtu (28/8).
Menurut Kak Untung menjabat Ketua DPC ibarat ia menjalankan peran untuk ‘marketing’ alias memasarkan Partai NasDem. Untuk itu, ia terus bergerak dan berjalan dalam keseharian untuk terus mempromosikan kepada setiap orang yang dijumpai.
Perkenalan dengan Partai NasDem, Kak Untung sudah cukup lama. Ia merasakan kebersamaan dengan suasana kekeluargaan dan keterbukaan mulai dari pimpinan partai hingga sesama pengurus DPC yang seolah seperti keluarga.
“Kalau di Partai NasDem, saya merasakan begitu nyaman khususnya silaturahmi yang terjalin baik. Kondisi ini membuat saya tetap bersemangat sebagai pengurus kecamatan,” kata Kak Untung.
Bapak dua anak yang tinggal di Kelurahan Kaliwiro ini mengakui terjadi kendala dalam pembentukan DPRt terutama dalam mencari pengurus. Hal ini karena mereka yang dibidik biasanya sudah bergabung dengan partai lain. Atau, sebagian dari sasaran itu tidak tertarik dengan partai.
Ia menjelaskan bahwa dari 21 desa di Kaliwiro baru terbentuk 4 DPRt dengan latar belakang yang beragam. Di antara pengurus ada yang berprofesi sebagai tukang ojek, sebagian lainnya justru ibu rumah tangga biasa. Meski begitu, dia berusaha untuk terus mencari pengurus dan menambah perolehan e-KTA.
Menurut Kak Untung, semakin banyak masyarakat yang memiliki e-KTA Partai NasDem maka keberadaan partai ini akan lebih diperhitungkan.
Kak Untung memiliki obsesi agar daerahnya di Kaliwiro bisa memiliki anggota Dewan dalam Pemilu 2024. Harapannya keberadaan anggota dewan tersebut bisa membawa aspirasi warga yang selama ini dirasa kurang memiliki saluran. (NJ25)


