JATENG.NASDEM.ID – Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto mengapresiasi upaya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam mendorong pelaku industri untuk terus tumbuh meski di tengah pandemi Covid-19.
Hal tersebut disampaikan Sugeng menanggapi paparan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, yang menyebutkan ada lima nilai ekspor terbesar yang memberikan kontribusi nasional sebesar US$ 102,87 miliar atau sekitar 78.80 persen.
Lima ekspor tersebut adalah industri makanan dan minuman, logam dasar, industri kimia farmasi dan obat tradisional, industri barang elektronik dan peralatan listrik serta industri tekstil dan pakaian jadi.
“Kami mengapresiasi Kemenperin yang mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di tengah terpaan Covid-19,” kata Sugeng dalam raker di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Legislator NasDem dari dapil Jawa Tengah VIII (Kabupaten Cilacap dan Banyumas) itu juga mengatakan pentingnya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor industri, mengingat pendidikan vokasi industri memberi andil dalam arah kebijakan industri ke depannya.”Oleh karena itu, saya berharap pengembangan SDM menuju industri 4.0 bisa kita capai dengan baik,” tukas Sugeng
Sementara itu, kepada Komisi VII DPR RI Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita meminta dukungan tambahan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk 9 program kerja di antaranya Pembangunan Indonesia Manufacturing Center, Program Pengembangan Material Center IKM, dan Program Penumbuhkembangan Wirausaha Baru.
“Idealnya Kemenperin butuh tambahan sebesar Rp2,3 triliun. Namun, dikarenakan kondisi fiskal yang masih terbatas, kami hanya membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp700 miliar untuk 9 program kerja,” papar Menperin Agus.
Dalam rapat kerja yang dipimpin oleh Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparwoto, DPR RI-pun akhirnya sepakat untuk mendukung penambahan anggaran Kemenperin sebesar Rp 700 miliar untuk 9 program prioritas dalam mendukung penguatan sektor industri di Indonesia.
Hal ini dikarenakan kontribusi Kementerian perindustrian bagi sumber pendapatan negara yang cukup signifikan.


