JATENG.NASDEM.ID – Regenerasi kini menjadi sebuah keniscayaan. Sudah saatnya generasi tua memberikan tempat bagi generasi muda yang lebih fresh, energik, dan bisa beradaptasi dengan zaman. Karena persaingan ke depan akan semakin ketat sehingga dibutuhkan tenaga yang lebih kuat.
“Mau tidak mau, anak muda sudah saatnya tampil memimpin. Saya melihat Partai NasDem Wonosobo sudah banyak diisi oleh anak-anak muda yang punya kemampuan. Jadi saya yakin ke depan partai ini akan semakin berkembang di tangan mereka,” ujar Dewan Pakar Partai NasDem Wonosobo Kak Arif Suyono,saat berbincang dengan Jateng.NasDem.id di rumahnya di Welahan Kecamatan Watumalang, Selasa (24/8).
Menurutnya, era sudah jauh berbeda. Generasinya, kata Kak Arif, tentu tidak mungkin bisa mengimbangi perkembangan zaman, termasuk soal tehnologi yang semakin maju. Meski begitu, Kak Arif menyarankan agar anak anak muda ini tetap berkomunikasi dengan yang lebih tua, karena bagaimana pun mereka sudah memiliki pengalaman yang jauh lebih banyak.
Kedepan, partai membutuhkan politisi yang memiliki integritas dan ada kedekatan dengan konstituen tidak hanya saat menjelang pemilu saja, tetapi harus sepanjang waktu. Karena stigma yang muncul sekarang ini, anggota dewan kini memiliki jarak dengan masyarakat.
Dia berharap, pengurus serta anggota dewan dari Partai NasDem bisa lebih bekerja keras untuk meraih simpati masyarakat demi pengembangan partai ini. Semakin banyak masyarakat yang memilih Partai NasDem, akan semakin memperkuat posisi partai.
Oleh karena itu, diharapkan dalam pemilu tahun 2024 mendatang, Partai NasDem Wonosobo harus bisa mendapatkan caleg yang berkualitas dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk membesarkan partai.
Keterlibatan Kak Arif di Partai NasDem sudah berlangsung sejak awal. Dikatakan pada masa awal kepengurusan dulu, kebersamaan antar pengurus sangat terasa. Konsolidasi yang dilakukan untuk membentuk pengurus DPC dilakukan secara maraton. Kondisi partai pun belum seperti sekarang. Disamping sarana penunjang yang masih minim, kantor pun belum dimiliki saat itu.
“Tapi saat itu semangat para pengurus sangat tinggi, apalagi menjelang pemilu pertama tahun 2014 , dimana kita dituntut untuk mendapatkan caleg-caleg yang memiliki semangat berjuang yang tinggi. Alhamdulillah kita berhasil menempatkan 4 orang anggota dewan. Ini jumlah yang cukup bagus mengingat Partai NasDem masih tergolong sebagai pendatang baru,” kata Kak Arif mengenang awal kiprahnya di partai ini.
Apalagi saat itu masih ada program santunan kematian bagi warga masyarakat sebesar satu juta rupiah sehingga bisa menjadi daya tarik untuk mengajak masyarakat untuk memilih partai ini. Meski pada akhirnya program tersebut banyak menimbulkan persoalan di lapangan. Salah satunya adalah pencairan santunan yang kadang terlalu lama dan juga sering di bawah jumlah pengajuan.
Kak Arif sendiri pernah maju sebagai caleg tahun 2014 silam meski belum berhasil. Menurutnya, politik menjadi jalan hidupnya, karena sejak muda dia sudah berkecimpung di politik dan bergabung di parpol yang ada saat itu dan sempat menjadi anggota DPRD Kabupaten Wonosobo dalam pemilu pertama usai reformasi, yaitu pemilu tahun 1999. (NJ25)


