JATENG.NASDEM.ID – Kak Aris Abdul Rozat, SIP pensiun sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di awal tahun ini. Namun, gairah berpolitik sudah meletup-letup sejak beberapa tahun terakhir. Itu sebabnya, sejak 2019, Kak Aris sudah jatuh hati pada NasDem.
Mantan Kepala Bidang Jasa Konstruksi Di DPU Kabupaten Tegal ini kemudian bergabung dengan NasDem Tegal dan dipercaya untuk mempimpin sebagai ketua DPC Dukuhwaru. Kak Aris mengatakan tertarik dengan NasDem karena sebagai partai politik yang membawa ideologi Pancasila.
Semangat berpartai Kak Aris ditunjukkan dengan kesediaan menerima jabatan sebagai ketua DPC sejak 1 Februari 2021. Ia pun langsung dihadapkan dengan tugas menyiapkan struktural kepengurusan menuju perhelatan Pemilu 2024. Kak Aris menegaskan lewat parpol tertantang melakukan perubahan tatanan kehidupan dan pola pikir masyarakat. Ia juga bertekad menggaet kader yang bermuara ke target perolehan kursi dewan bagi Partai NasDem
“Kepentingan yang paling utama di atas kepentingan segalanya adalah kepentingan nasional, menjaga kesatuan persatuan di antara kita,” kata suami dari Rintowati dan ayah dari Arif Muktiaji, SPd. dan Amanatun Nisa itu.
Untuk itulah, kata dia, para pemikir besar bangsa ini telah melahirkan sebuah konsepsi gagasan bagaimanan menjaga keutuhan berbangsa dengan memberikan ideologi yang bernama Pancasila. Pancasila sebuah hasil maha karya yang digali dari bumi persada tanah air dan merupakan sebuah konsensi gagasan pemikiran politik dan ideologi.
Ideologi ini, lanjutnya, dimaksudkan sebagai alat pemersatu untuk menjaga agar seluruh tatanan kehidupan perilaku kebangsaan. Untuk itu, ia mengutip pernyataan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh, yang dengan lantang mengatakan bahwa ‘kita harus menjaga Pancasila sebagai ideologi pemersatu bangsa, jika ada pemikiran untuk menawarkan pemikiran ideologi lain yang tidak sejalan dengan pemikiran Pancasila, maka kita harus melawan, kita tidak boleh tinggal diam, karena itu artinya hidup matinya negara kesatuan Republik Indonesia’.
Lima Sila tersebut, menurutnya, menjadi kekuatan sebagai alat pemersatu sehingga warga negara bisa hidup dalam perbedaan adat, suku, agama. “Maka jika sampai ada yang mencoba untuk mengganggu perbedaan dan mengundang perbedaan maka kita harus melawannya, menentangnya. Kita harus mengingatkannya bahwa kita mau kedamaian. Meski kita berbeda tapi kita ada dalam semangat ke-Indonesiaan,” kata Kak Aris yang merupakan alumnus Fakultas Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Pancasakti Tegal itu.
“Bung Karno pernah mengatakan ‘melawan kaum penjajah itu jauh lebih mudah kita hadapi dari pada kita melawan perbedaan pandangan pertikaian di antara kita sesama saudara sebangsa’ inilah yang diingatkan sang proklamator untuk itulah sebagai Ketua Umum Partai Nasdem, saya mengingatkan saudaraku kalian semua para kader bahwa kita amat berkepentingan untuk menjaga marwah dan pesan proklamator bahwa persatuan dan kesatuan lebih penting dari segala kepentingan,” ujarnya kembali mengutip orasi Kak Surya Paloh saat kampanye akbar Partai Nasdem di Lapangan Wikrama Mandala, 2019 lalu.
Kak Aris kembali menegaskan mengenai konsep Kak Surya Paloh yang menyatakan bahwa semangat yang dibawa Partai NasDem yaitu menawarkan politik gagasan gerakan perubahan restorasi Indonesia, mengubah pemahaman cara berpikir dari kebiasaan yang tidak menguntungkan, tidak membesarkan hati, dan memadukan raga membawa kepada nilai yang lebih bersikap progesif membangun cita cita mengisi kemerdekaan.
Bahwa Partai NasDem, ia menambahkan, didirikan untuk tujuan membawa Bangsa Indonesia lebih baik,dan Partai NasDem berjuang dengan ideologi nasionalisme. Posisi Partai NasDem sebagai partai ideologi artinya NasDem memiliki landasan perjuangan, tujuan perjuangan, dan metode perjuangan.
“Maka sebagai Kader NasDem harus berjuang mengembalikan Pancasila sebagai jati diri bangsa dan senjata spiritual dalam kehidupan. Metode demokrasi partai jangan hanya mengambil suara dan menjadi pemilih sebatas pemberi suara. Melainkan harus menjadi politik partisipasi dengan masyarakat dan pandangan partai yang sesuai dan konsisten,” kata Kak Aris yang tetap penuh semangat di usianya yang kini 58 tahun.
Di Pemilu 2024, Kak Aris berencana maju dalam pesta demokrasi tersebut, dengan modal struktur organisasi yang lengkap, pengumpulan e-KTA, pencarian anggota baru yang akan digallakkan melalui Garda Pemuda di Kecamatan Dukuhwaru dan Karang Taruna.
“Bertahap saya mengumpulkan e-KTA namun ada kendala masih ada warga yang bermain money politic terkait penyetoran KTP. Ini pola pikir yang harus Partai NasDem ubah. Ini juga kendala yang kita hadapi di lapangan mohon untuk DPD, DPW atau DPP bisa lebih gencar menyosialisasikan program politik tanpa mahar yang jadi andalan Partai NasDem itu program bagus dari Partai NasDem,” katanya menegaskan.
Harapannya ke depan masyarakat berpola pikir terbuka, berbicara partai tidak melulu soal uang atau amplop sehingga semua merasakan hasil kerja keras wakil rakyat demi kesejahreraan rakyat. (NJ27)


