18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kak Sugeng Suparwoto: Pra-konsolidasi Putaran Kedua Dilakukan Secara Daring

JATENG.NASDEM.ID – Situasi Jawa Tengah yang masih diselimuti pandemi Covid-19 dan belum diketahui kapan berakhir, mendorong Tim Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) untuk mengisi kevakuman koordinasi dengan menyiapkan konsolidasi terbatas dengan sejumlah DPD secara daring.

‘’Supaya energi yang terletup dari konsolidasi putaran pertama yang dimulai pada 15 Februari di Kebumen dan berakhir 31 Mei 2021 di Kota Semarang, maka akan segera kita mulai dengan pra-konsolidasi dengan para ketua pengurus daerah yang akan dilangsungkan per daerah pemilihan,’’  ujar Ketua DPP Pemenangan Jawa III Kak Sugeng Suparwoto.

Kak Sugeng mengatakan hal itu ketika memimpin rapat internal Tim Pemenangan Jawa III. Secara garis besar, materi konsolidasi masih di seputar penguatan struktur organisasi, progres pencapaian e-KTA, pemberdayaan kader dan persoalan lain yang sedang berkembang di wilayah masing-masing.

Rapat secara daring itu juga diikuti oleh para anggota seperti Kakak Amalia Anggraini, Ibu Lestari Moerdijat, Kakak Setyo Maharso, Harry Poernomo, Jakfar Sidiq, Dedy Ramanta, Donny Iswandi dan Edi Hidayat.

Selain memutuskan hal tersebut, rapat juga menjadwalkan adanya pertemuan rutin dianggota Tim Pemenangan Jawa III yang akan dilangsungkan dua minggu sekali. ‘’Bisa saja dalam rapat dua mingguan itu, kami akan mengundang secara daring para Ketua DPD. Tetapi jika dipandang perlu, konsolidasi dengan DPD bisa dilakukan secara terpisah,’’ ujar Kak Sugeng Suparwoto.

Sebenarnya berdasarkan rencana kerja Tim Pemenangan Jawa III, awal Agustus ini sudah harus dimulai konsolidasi tahap kedua dengan agenda pelantikan dan pengukuhan para pengurus cabang (DPC) sekaligus diadakan rapat koordinasi daerah dalam sekup kecil.

Namun, karena kondisi Jawa Tengah khususnya, bahkan di Pulau Jawa pada umumnya sedang berada dalam zona merah Covid–19, bahkan pemerintah memberlakukan pembatasan pergerakan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat 3–20 Julli 2021, yang kemudian diperpanjang kembali dengan versi PPKM Level Empat dari 20 Juli hingga 9 Agustus,  maka rencana konsolidasi tersebut ditunda.

Meskipun demikian, agar tidak terjadi kekosongan koordinasi antara pusat dan daerah, maka Kak Sugeng demikian Sugeng Suparwoto biasa disapa dilingkungan NasDem, memutuskan untuk melakukan konsolidasi secara daring. ‘’Namun rapat ini tidak menggantikan rencana konsolidasi secara tatap muka, kegiatan itu tetap teragendakan setelah kondisi Jawa Tengah kondusif,’’ ujarnya.

Ketua Komisi VII DPR RI itu menyebutkan, setidaknya ada empat materi pokok terkait dengan konsolidasi dengan pengurus daerah itu. Pertama adalah isu di sekitar penguatan struktur hingga di tingkat pengurus cabang. ‘’Saya mendapatkan kabar jika perkembangan pembentukan pengurus cabang mengalami kemajuan yang cukup signifikan, sudah 75 persen daari 576 DPC telah mendapatkan SK, karena itu kami mau cek secara langsung apakah masih ada kendala yang dihadap terkait hal ini,’’ ujarnya.

Sedangkan masalah kedua adalah terkait dengan capaian e-KTA, ‘’Data hingga Rabu, (7/7) capaian e-KTA Jawa Tengah mencapai 179.309, atau sekitar 38 persen dari target hingga akhir tahun sebesar 470 ribu,’’ ujarnya.

Terkait dengan e-KTA ini, sekaligus akan dikupas tentang kualitas dari kader yang sudah berkartu digital itu. ‘’Kita ingin tahu dari jumlah kartu yang sudah terkumpul, berapa anggota yang aktif dalam arti telah memiliki anggota langsung, selain itu apakah pemilik e-KTA itu adalah para pengurus baik di tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan atau kelurahan/desa,’’ ujarnya.

Sementara itu persoalan ketiga terkait dengan pemberdayaan kader, dalam konteks bagaimana struktur yang sudah terbentuk itu, baik ditingkat ranting, cabang maupun daerah dapat terawat sehingga bisa melaksanakan tugas-tugas keorganisasian. ‘’Kalau sudah terbentuk pengurus lantas mau diapakan, apakah hanya sekadar angka-angka di atas kertas, atau dilakukan pemberdayaan sehingga dapat memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat,” katanya.

Sedangkan masalah keempat terkait dengan kondisi dari wilayah masing-masing. ‘’Saat ini, kita semua sedang menghadapi serbuan Covid–19, tentu saja di masing-masing daerah menghadapi kendalanya masing-masing,” katanya mengingatkan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top