JATENG.NASDEM.ID – Pendemi Covid-19 memorak-porandakan perekonomian. Dampaknya sangat terasa luas di masyarakat. Hal inilah yang tengah menjadi keprihatinan jajaran pengurus DPD NasDem di Jawa Tengah.
Dalam kondisi serba sulit ini, seolah tak banyak yang dapat dilakukan demi mengembalikan geliat ekonomi masyarakat apalagi dikaitkan dengan upaya rekrutmen anggota baru. Namun, langkah DPD NasDem Kabupaten Magelang dan Brebes ini bisa jadi inspirasi agar selalu dekat dengan warga masyarakat.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Magelang Maladi mengatakan tak jarang dihadapkan oleh dilema melihat kondisi masyarakat yang tengah susah sementara ia tak bisa memberikan bantuan sama sekali.
Kak Maladi mengatakan sebisa mungkin memberikan penguatan mental juga memberi bantuan berupa hasil bumi yang ia miliki. Untuk membantu ekonomi masyarakat, saat ini kak Maladi tengah memberdayakan masyarakat yang tinggal di sekitar.
“Saat ini saya membuka lapangan kerja, kebetulan ada KSPN itu yang membangun jalan, trotoar, gapura, saya mengajak tenaga dan tukang tapi pelaku wisata. Bersih-bersih, rumput. Biar mereka gerak untuk nempur (beli). Ini ada 40-an orang yang saya karyakan,” katanya, Jumat (30/7).
Meskipun tak rutin, namun dengan pekerjaan ini tiap orang yang diajak oleh Kak Maladi bisa mengantongi sekitar 70 ribu per hari. Nominal yang lumayan untuk bisa memenuhi kebutuhan rumah terutama untuk mencukupi kebutuhan pangan keluarga.
Lain di Magelang, lain lagi dengan DPD NasDem Brebes. Brebes dikenal sebagai salah satu daerah yang inovatif dalam hal ide perekrutan. Dengan menggandeng komunitas atau kelompok, NasDem Brebes mengaku lebih mudah mendapat simpati masyarakat.
Salah satu koomunitas yang tengah digarap serius oleh NasDem Brebes adalah para kelompok tani. Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Brebes Slamet Abdul Dhofir mengungkapkan bahwa sebelumnya telah meluncurkan program demplot, namun tak begitu efektif hingga harus memutar otak kembali.
“Dengan kita memberikan demplot pada para pentani, malah nggak jadi. Paling efektif untuk perekrutan adalah dana. Kelompok petani ini sudah ber e-KTA dan masuk ke persatuan petani NasDem dan sudah kita ajukan ke petani NasDem pusat,” ujar Kak Dhofir beberapa waktu lalu.
Menurutnya, penggunaan pupuk KSM yang disosialisasikan ke masyarakat dan kader ini berhasil membantu petani untuk meningkatkan hasil panen. Beberapa produk pertanian diketahui meningkat setelah menggunakan pupuk cair temuan kader NasDem ini.
“Alhamdulillah dari petani jagung, petani bawang, petani pisang, lombok, padi sudah merasakan. Hasil panen mereka meningkat. Kita bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, karena biaya produksi ringan dan hasilnya bagus dibandingkan pestisida,” imbuhnya.
Keberadaan pupuk ini otomatis dapat meningkatkan penghasilan para petani di Brebes sehingga menurut Kak Dhofir, para petani jadi yakin dan merasa memiliki NasDem. Ia bahkan telah berencana agar para anggota dan pengurus NasDem menjadi stokes pupuk cair ini demi meningkatkan pendapatan.

