18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Sugeng Suparwoto: Transisi Energi akan Meningkatkan Kompetensi Kelistrikan Nasional

JATENG.MEDIA.ID – Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto menyebutkan transisi energi dari sisi regulasi, institusional, pendanaan, sumber daya manusia diharapkan akan menghasilkan energi listrik dengan harga kompetitif, terjangkau, dan ekonomis sehinga dengan demikian dapat memperkuat daya saing industri, dan mendukung pembangunan berkelanjutan dengan pasokan tenaga listrik ramah lingkungan (clean electricity supplay).

Legislator NasDem itu mengatakan hal ini, Rabu (28/7) kemarin, ia menjelaskan energi kelistrikan nasional adalah kebutuhan premier dan harus dapat memberikan manfaat secara merata dan berkeadilan. Oleh karenanya, rencana Indonesia menuju transisi energi dari sisi regulasi, institusional, pendanaan, sumber daya manusia dan upaya-upaya lain harus dapat dilakukan untuk mempercepat implementasinya.

Menurut anggota DPR Dapil Jateng VIII (Banyumas, Cilacap) itu, meskipun rasio elektrifikasi Indonesia mencapai 99 persen, tetapi hal tersebut masih berbasis desa. Padahal, rasio elektrifikasi harus berbasis pada keluarga agar dapat dipertanggungjawabkan secara kualitatif dan kuantitatif. Rasio kelistrikan di Indonesia per kapita termasuk rendah di kawasan ASEAN.

“Oleh karena itu, pada APBN mendatang, Ditjen Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM mendapatkan anggaran tambahan untuk mendorong pelanggan baru kelistrikan yang tidak mampu,” ujar Sugeng yang baru saja berduka karena sahabatnya, Ketua DPD NasDem Banyumas Irwan Budi Santoso menghadap Sang Khaik.

Selanjutnya, politisi yang pernah menjadi pemimpin media di lingkungan Media Group itu mengatakan, dalam Paris Agreement, Pemerintah Indonesia sudah berkomitmen untuk menurunkan emisi sebesar 29 peraen. Sedangkan pada tahun 2030 nanti dapat dinaikkan sampai 41 persen dengan kerja sama internasional.

“Sebagai penyumbang emisi, energi bersih dari sektor ketenagalistrikan adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar lagi. Maka transisi energi harus direncanakan dengan baik agar pemanfaatan energi dapat maksimal terhadap lingkungan hidup. Dengan instrument kebijakan, energi baru dan terbarukan yang bersih dan berkelanjutan bisa didorong,” papar Sugeng.

Ketua DPP NasDem Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) itu menyebutkan, saat ini energi fosil tetap penting. Tapi kini sudah menjadi masalah. Selain dampaknya berakibat pada perubahan iklim, Indonesia juga tengah menghadapi tantangan luar biasa besarnya dari menurunnya cadangan minyak dan gas.

“Hal ini menjadi permasalahan bagi perekonomian Indonesia, karena konsumsi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) sudah dua kali lebih tinggi dibandingkan produksi minyak Indonesia per harinya.  Kemudian impor minyak juga sangat membebani neraca perdagangan Indonesia yang tidak seimbang dan menjadi masalah bagi perekonomian kita,” ungkap Sugeng.

Oleh karena itu, tambah Sugeng, salah satu langkah yang dapat diambil untuk mendukung Paris Agreement tersebut, diperlukan transisi energi primer seperti fosil menjadi energi ramah lingkungan, yakni menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) sesuai amanah PP No.79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional. Target bauran EBT pada tahun 2025 mencapai 23 persen dan pada tahun 2050 mendapai 31 persen.

“Ini sejalan dengan prioritas Komisi VII DPR RI yang sejak 2020 hingga 2021 ini dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. RUU EBT ini merupakan salah satu RUU yang masuk Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2021. Saat ini RUU EBT sudah diserahkan kepada Badan Legislasi DPR untuk proses harmonisasi,” jelas Sugeng.

Sugeng Suparwoto juga mengatakan bahwa energi bersih adalah pintu utama dari pembangunan ekonomi berkelanjutan sebuah bangsa ke depan dan harus berkeadilan. Energi harus dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dan merata bagi kemakmuran seluruh rakyat Indonesia sesuai dengan amanat Pasal 33 UUD 1945.

“Pengembangan supergrid bisa menjadi solusi dalam pemerataan listrik di seluruh pelosok wilayah Indonesia. Kita sudah mencapai titik point of no return dalam perubahan iklim dan penggunaan energi baru terbarukan adalah solusi konkrit untuk masa sekarang dan masa datang,” pungkas Sugeng.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top