JATENG.NASDEM.ID – Pandemi Covid-19 sangat memepengaruhi pertumbuhan anggota Partai Nasdem. Keterbatasan untuk tatap muka menjadi salah satu penyebab angka capaian e-KTA melambat. Hal itu juga terjadi di DPD NasDem Wonosobo, apalagi secara topografi masuk dalam wilayah yang susah sinyal.
“Selain dari persoalan tehnis tersebut, banyak kader yang takut KTP-nya disalahgunakan saat dipinjam untuk entry data,” kata Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Wonosobo Wisnu Ibet Pradana, saat ditemui di Kantor DPD Nasdem Wonosobo, Rabu (27/7).
Menurut Kak Ibet, keterbatasan itu menjadi tantangan tersendiri bagi pengurus. Untuk itu, ia terus berupaya meningkatkan lagi semangat para pengurus dan tidak menyerah. Dari data yang ada, jumlah e-KTA yang dicapai di Wonosobo baru mencapai 3.997 yang berarti masih jauh dari target sebesar 14.000 anggota.
“Untuk tatap muka secara massal saat ini tidak mungkin dilaksanakan seperti sebelumnya. Tapi kami tetap mengoptimalkan pengurus karena yang tahu kader atau bukan untuk didata atau dimasukkan dalam e-KTA adalah pengurus secara kolektif. Jadi kita tidak mungkin jalan sendiri,” katanya menjelaskan.
Dari 15 kecamatan yang ada di Kabupaten Wonosobo, Kecamatan Kalikajar mencatatkan jumlah tertinggi yaitu sebanyak 1.416 e-KTA. Hal ini, katanya, karena pengurus di DPC Kalikajar termasuk rajin melakukan sosialisasi. Sedangkan di kecamatan lain pertambahan tidak secepat Kalikajar karena berbagai faktor.
Meski begitu, Kak Ibet meyakini target akan tercapai sebelum verifikasi faktual partai yang akan dilaksanakan tahun 2022. Meski ia menyadari membutuhkan kerja keras bersama dan perlu inovasi untuk mencapainya. Ia menegaskan meski dalam serba keterbatasan, jajarannya tetap terus menggenjot penambahan anggota baru lewat optimalisasi kinerja para pengurus.
Kak Ibet menambahkan hal sama juga diberlakukan terhadap anggota DPRD Wonosobo yang diminta bisa memenuhi capaian target e-KTA. Saat ini Partai NasDem Wonosobo menempatkan 3 kadernya di legislatif.
Sementara itu menurut sekretaris DPD Partai NasDem Wicak Harimukti, saat ini upaya melalui online tengah gencar dilakukan oleh seluruh pengurus. Dengan begitu, pengurus di tingkat DPC pun wajib menguasai piranti smart phone sehingga proses pendaftaran dan pendataan anggota bisa lebih cepat dilakukan. (NJ25)


