JATENG.NASDEM.ID – Dewan Kesenian NasDem (DKN) Rembang telah terbentuk secara resmi pada tanggal 10 juni 2021 di Joglo Ndalem Suryowiyatan Kompleks SD BIAS Rembang. Peresmian DKN Rembang dimeriahkan dengan pagelaran kesenian wayang.
DKN menjadi bentuk wadah aspirasi para seniman di Kabupaten Rembang sekaligus obat dari kegelisahan para seniman di tengah pagebluk Covid-19 ini.
“NasDem satu-satunya partai yang memiliki Dewan kesenian untuk menampung aspirasi kesenian di Kabupaten Rembang,” kata Ketua DKN Rembang Sigit Ariyanto atau populer disapa Ki Dalang Sigit, Senin (26/7).
Dalam kesempatan ini, DKN mencoba memberi ruang para pemuda dan remaja agar berkreatif khsususnya dalam memperingati HUT ke-280 Kabupaten Rembang yang jatuh pada tanggal 27 Juli. Untuk itu DKN Rembang mengadakan lomba film pendek dengan tujuan memperingati hari jadi Kabupaten Rembang, sekaligus sebagai bentuk kepedulian terhadap daerah Rembang.
Lomba pembuatan film pendek itu juga dimaksudkan untuk menjaring bakat anak-anak muda Rembang di bidang sinema sekaligus mengenalkan NasDem kepada generasi milenial melalui ajang lomba film pendek tersebut.
Menurut Ki Dalang Sigit, dalam lomba pembuatan film pendek dengan tema ‘Bersatu untuk Rembangku’ itu diikuti banyak peserta dan dihasilkan beberapa nominasi film pendek yang bagus. Hal itu mencerminkan banyak bibit sineas unggul dari Rembang.
Ketua DPD Nasdem Rembang Bayu Andriyanto memberi apresiasi yang tinggi atas kompetisi pembuatan film pendek yang diadakan oleh DKN karena bisa memotivasi para generasi muda untuk berkarya. Ia menilai banyak sekali bakat para anak muda, khususnya para millenial yang harus didukung agar tetap berkembang walaupun masih dalam suasana pandemi.
“Generasi muda harus tetap kreatif dan berkarya dengan keahlian yang memadai sesuai perkembangan teknologi yang ada,” katanya.
Kak Bayu juga berharap para pekerja seni segera bisa bangkit dan beraktivitas kembali dengan menyesuaikan kondisi meskipun di dalam kepungan pandemi. Hal ini selaras dengan harapan salah satu pekerja seni asal Dadapan Bapak Sholeh yang mengharapkan pemerintah memikirkan pekerja seni terutama dalam memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari. (NJ28)


