JATENG.NASDEM.ID – Akademi Bela Negara (ABN) yang diselenggarakan oleh DPP Partai NasDem menjadi tempat berkumpulnya pengurus NasDem se-Indonesia untuk menempuh pendidikan politik dan memahami berbagai hal terkait Partai NasDem.
Pengurus partai NasDem dari tingkat terendah pun memiliki kesempatan yang sama untuk berproses di ABN. Namun, di masa pandemi, kegiatan ABN terpaksa berhenti, dan tengah diujicobakan secara daring.
Seperti yang diketahui, pendidikan politik merupakan salah satu bekal penting bagi pengurus NasDem demi memperkuat kapasitas. Tak heran para pengurus DPC pun berlomba-lomba untuk mendelegasikan pengurusnya dalam ABN.
Sekretaris DPW NAsDem Jawa Tengah Ali Mansyur HD mengatakan bahwa disamping pendidikan politik, pelantikan merupakan langkah awal untuk menberikan semangat dan wujud eksistensi diri seorang pengurus partai.
“Untuk memberikan mereka punya semangat dan eksistensi diri terbanguan dengan baik ditanamkan dengan adanya pelantikan. Beberapa daerah kemarin sudah melakukan pelantikan DPC,” kata Kak Alma, sapaan Ali Masyur.
Sebetulnya menurut Kak Alma, NasDem Jateng sudah berencana untuk melakukan roadshow pendidikan politik bagi pengurus di berbagai daerah yang belum berkesempatan mengikuti ABN.
Namun, dengan adanya pandemi terlebih PPKM Darurat, maka rencana tersebut harus ditunda. “Kami beberapa waktu lalu sebenarnya sudah merencanakan dan Pak Ketua DPW menyetujuinya. Kita berikan konsep pendidikan politik kita mulai awal tahun, namun situasi tidak memungkinkan maka kita tunda,” ujarnya.
Menurut Kak Alma, pendidikan politik tetap perlu dilakukan demi membekali pengurus terkait hal dasar menyangkut Partai NasDem seperti tujuan, visi, misi, dan cita-cita Partai NasDem agar dipahami. Kak Alma juga mengingatkan agar pengurus Partai terus dinamis menghadapi zaman, seperti halnya menggaet generasi Z agar melek politik.
“Intinya partai ini dinamis, jadi kita tetap menyesuaikan dengan kondisi yang melingkupi di sekitar agar kita tak hanya jadi partai kontestan selama lima tahun sekali tapi harus terus ada di masyarakat,” ia menegaskan.
Salah satu ‘penyakit’ yang rawan menjangkiti para pengurus partai adalah kehadirannya tiap lima tahunan saja seakan-akan membutuhkan masyarakat. Menurut Kak Alma, setelah gelaran pesta demokrasi pun pengurus partai maupun anggota dewan harus terus hadir di masyarakat sebagai tangan panjang partai.
Kini seperti harapan semua pihak, Kak Alma berharap agar angka Covid-19 terus melandai sehingga berbagai kegaitan termasuk kegiatan partai bisa berjalan normal kembali.

