JATENG.NASDEM.ID – Penuhnya rumah sakit serta keterbatasan tenaga kesehatan akibat Covid-19 menyebabkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat menjadi terhambat. Kondisi itu terjadi di Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen.
Anggota DPRD Kabupaten Sragen Tono mengungkapkan kondisi warganya yang tengah terbaring sakit diketahui tak mendapatkan pengobatan serta pelayanan kesehatan. Hal tersebut akibat kondisi pelayanan saat ini yang serba terbatas.
Dalam kunjungannya, kak Tono yang juga merupakan Sekretaris DPD NasDem Sragen ini menemukan dalam satu rumah terdapat tga orang sakit tanpa penanganan medis yang memadai. Tak jauh dari rumah tersebut, Tono juga menemukan warga yang dinyatakan posituf Covid-19.
Bahkan kondisinya saat Tono datang terbilang memprihatinkan karena saturasi oksigen yang rendah, yang kemudian terselamatkan berkat oksigen yang dibawa oleh Tono. Selama ini warga mengandalkan obat-obatan seadanya dari apotek atau klinik.
“Kondisi saat ini sangat memprihatinkan sekali terutama 3 pekan ini. Banyak warga yang meninggal entah itu karena Covid atau tidak. Saat ini banyak warga yang jatuh sakit dan tidak ada penanganan tenaga medis dan hanya ditangani di rumah dan ala kadarnya,” ujarnya, Selasa (14/7).
Menurut Kak Tono, saat ini banyak masyarakat yang jatuh sakit dengan gejala yang mengarah pada Covid-19. Namun, kondisi RS penuh serta klinik kesehatan yang tak mau menangani rawat inap pasien dengan gejala mengarah ke Covid-19.
“Kami prihatin sekali. Hampir tiap hari pontang-panting disambati warga sakit parah. Rumah sakit penuh, klinik nggak mau merawat. Kemarin ada yang sudah lemes, ada petugas medis dimintai tolong untuk infus di rumah karena darurat, juga nggak mau mau tenan. Lha terus disuruh berobat kemana kan bingung. Akhirnya kebanyakan hanya dirawat semampunya di rumah,” ia menjelaskan.
Di Kecamatan Ngrampal, bahkan tiap harinya angka kematian bisa mencapai tiga sampai empat orang akibat Covid-19 atau penyakit yang lain. Untuk itu kepada masyarakat, Kak Tono mengimbau agar segera melakukan pemeriksaan begitu sakit agar mendapatkan obat yang sesuai meski harus dirawat di rumah.
Sementara itu melihat kondisi ini, Kak Tono mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Namun, yang ia dapatkan hanya laporan bahwa seluruh rumah sakit penuh keterbatasan tenaga kesehatan.
“Bidan desa dan puskesmas di sini tidak bisa langsung terjun ke bawah karena keterbatasan tenaga. Masyarakat yang sakit terpaksa berobat semampunya dan dirawat oleh keluarga. Itu sangat membahayakan sekali karena tidak ada pengawasan yang memadai,” katanya prihatin.
Selain melakukan blusukan untuk memastikan kondisi masyarakat, Kak Tono juga membantu masyarakat dengan memberikan bantuan yang diharapkan dapat meringankan beban masyarakat. Bersama NasDem Sragen, ia juga berupaya mencarikan oksigen bagi masyarakat yang tengah dalam kondisi kritis hingga ke Surakarta.
“3 hari ini kita mencari oksigen. Yang kedua adalah infus. Karena dengan langkanya oksigen maka kita semaksimal mungkin karena di Sragen sudah kosong oksigen, lalu kita lari ke Solo. Itupun masih kurang,” katanya menceritakan pemburuan oksigen hingga luar daerah.

