JATENG.NASDEM.ID – Sebagai upaya membantu masyarakat dalam masa pendemi ini, pemerintah desa (Pemdes) disarankan bisa menggunakan anggaran dana desa untuk pemberdayaan masyarakat seperti pengembangan budi daya kambing.
‘’Membangun infrastruktur penting, tetapi dalam kondisi pandemi ini, saya kira sangat bijak jika Pemdes memberikan prioritas untuk pemberdayaan masyarakat,’’ ujar anggota DPRD Klaten Willy Paul Rindorindo.
Willy yang juga Sekretaris NasDem Klaten mengatakan hal itu Sabtu kemarin (9/7), usai silaturahmi dengan sejumlah peternak kambing di Desa Sembung, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah.
Silaturahmi yang berlangsung di salah satu rumah anggota kelompok peternak kambing tersebut mendiskusikan prospek beternak kambing mulai dari pengadaan bibit, kandang, pakan, dan pemasaran.
Menurut Willy Paul Rindorindo, sebagian besar tanah di Desa Sembung itu merupakan tanah kering, sehingga sangat cocok untuk pemberdayaan kambing dari segala jenis. Desa Sembung memiliki sejumlah dukuh, seperti Gumul, Tegal Rejo, Tegal Yoso, Tegal Baru, Sembung, Salam.
“Di dukuh tersebut, sebagian besar penduduknya memiliki ternak kaming, baik dengan cara pemeliharaan secara tradisional maupun yang sudah modern, dalam arti beternak dengan jumlah kambing cukup banyak,’’ katanya.
Dalam diskusi itu, kata Willy, NasDem menyerap aspirasi warga terkait dengan persoalan yang mereka hadapi dan sejumlah kendala dalam mengembangkan ternak kambing. Disebutkan, persoalan utama dalam pengembangan ternak kambing secara modern adalah soal permodalan.
‘’Karena harus membangun kandang yang representatif,’’ ujarnya.
Bila peternakan kambing itu dilakukan secara sederhana, yaitu seperti yang sudah turun temurun dilakukan, maka sebenarnya tinggal mendapatkan bimbingan saja agar lebih produktif.
‘’Di Sembung ini umumnya keluarga petani memiliki dua atau tiga ekor kambing yang diternakkan secara turun temurun,’’ ujar Willy.
‘’Sebagai petani mereka menjadikan kambing menjadi ternak unggulan selain diambil manfatnya untuk pupuk, juga dapat dijadikan sebagain gantungan hidup,’’ katanya menambahkan.
Menurut Willy, sebenarnya peternakan kambing itu tidak ada matinya, karena mempunyai segmen pasar yang sangat jelas. ‘’Kambing tidak hanya untuk memenuhi konsumsi harian masyarakat, tetapi juga terkait dengan urusan keagamaan, terkait dengan kepentingan Idul Korban,’’ ujarnya.
Ia menambahkan, ‘’Berapapun stok kambing akan terserap oleh pasar, jika tidak untuk konsumsi harian ya disiapkan untuk kebutuhan Hari Raya Idul Korban.’’
Willy mengatakan NasDem mempunyai komitmen untuk mengembangkan ternak kambing di Desa Sembung ini dengan dua alasan. Pertama, sebagian besar warga Sembung mempunyai ternak kambing mesti hanya satu atau dua ekor. Dan alasan kedua, secara geografis daerah ini sangat cocok untuk budidaya kambing.
‘’Daerah ini tidak jauh dari pusat kecamatan dan dekat dengan jalan raya, sehingga untuk transportasi tidak sulit. Selain itu, karena tanahnya cenderung kering, maka lahan yang tersedia lebih cocok untuk difungsikan sebagai kandang kambing,’’ katanya.
Menurut Willy, ia akan mendorong agar pengembangan peternakan kambing di Sembung dapat dijadikan program unggulan pemberdayaan masyarakat. ‘’Kita bentuk dulu kelompok peternaknya, lalu bisa diupayakan pendanaanya lewat dana desa,’’ ujarnya.
Dana desa, lanjut Willy, bisa dimanfaatkan untuk membeli kambing betina sebagai indukan, sementara untuk keperluan pakan dan kandangnya diurus oleh warga sendiri. Sudah saatnya, ia menekankan, bila Pemdes memprioritaskan anggaran dana desa untuk program pemberdayaan masyarakat di tengah-tengah masa pandemi ini
Salah satu peternak yang hadir dalam pertemuan itu, Gito mengatakan pengembangan peternakan kambing juga memerlukan beberapa alat untuk membikin pakan fermantasi. Ia mengatakan jika pemberian makanan masih menggunakan cara lama yaitu komboran maka kurang sehat dan kandang jadi cenderung kotor.


