JATENG.NASDEM.ID- Pandemi Covid-19 membuat perekonomian babak belur. Tidak sedikit perusahaan yang mengurangi karyawan atau bahkan menutup usaha. Dampaknya sangat dirasakan bagi masyarakat, termasuk sektor usaha kaki lima.
Seperti yang dikisahkan oleh Muslim (40) warga jalan KH Mukhlas Kota Tegal. Ia terpaksa menutup lapak barang bekas yang sebelumnya menjadi tumpuan kehidupan. Namun, Muslim yang tercatat sebagai kader Partai NasDem ini tidak patah arang. Ia berganti profesi sebagai
petugas gali kubur jenazah Covid-19 di kota Tegal.
“Saat usaha kami tutup karena kami tak mampu bertahan, kami nyaris kehilangan akal dan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup. Namun berkat dorongan semangat dari kakak-kakak kami di Partai Nasdem Kota Tegal, kami memilih untuk bertahan hidup menjadi penggali kubur jenazah Covid,” ujar Muslim, di Pemakaman Panggung, Kota Tegal memulai kisahnya.
Menurut Muslim, hari hari pertama menjalani profesi ini, ia sempat dihantui rasa takut yang luar biasa. “Hampir sepulang menggali kubur, saya selalu berpikir bagimana jika virus covid itu hinggap di diri saya karena banyak orang yang berusaha menghindar dari virus ini, tetapi malah aku mendekati profesi yang membawa kematian ini,” kata Muslim dengan mimik serius.
Namun kembali lagi, kata Muslim, ia selalu bertukar pikiran dengan kakak-kakak di Partai Nasdem, khususnya kakak Ketua DPD Nasdem Kota Tegal, yang selalu memberi semangat bahwa keterlibatannya di lini kemanusiaan itu tentu akan membawa nilai positif.
“Akhirnya profesi ini tetap kami jalani, dan Alhamdulillah kami masih bisa bertahan dengan bisa memberi makan setiap hari kepada anak-anak dan istri kami,” kata Muslim penuh syukur.
Muslim menuturkan jika saat ini sedikitnya ia bisa menggali kubur untuk 2-5 jenazah tiap hari, dengan upah sebesar Rp 75 .000 untuk setiap peti. “Satu hari kami bisa membawa pulang 150 hingga 350 ribu rupiah per hari,” kata Muslim.
Di sisi lain, selain bisa untuk menghidupi keluarganya, menjalani profesi penggali kubur jenazah Covid-19, bisa menumbuhkan rasa empati terhadap orang lain. Ia kian bisa merasakan bagaimana kesedihan ditinggal orang yang tercinta, juga menambah keimanan. Dan yang terpenting, menurut Muslim, hidup harus terus berjalan (NJ03)

