JATENG.NASDEM.ID – Koordinator Daerah Pemillihan Wilayah Jateng 12 Jateng Fajar Sigit Kusumajaya dalam kapasitasnya sebagai Ketua RW 4, Desa Slawi Kulon, Kecataman Slawi, Kabupaten Tegal secara halus menyindir pemerintah setempat yang dinilai lamban dalam mencegah meluasnya penyebaran Covid–19 di wilayahnya.
Kakak Fajar mengejawantahkan sindiran itu ke dalam aksi penyemprotan disinfektan di Desa Slawi Kulon yang masuk dalam zona merah Covid–19. Penyemprotan yang merupakan sikap pribadi itu menggandeng instansi terkait seperti PMI Kabupaten Tegal, Kepala Desa Slawi Kulon, dan Koramil Slawin serta sejumlah anggota Brigif 4 Dewata Ratna.
‘’Penyemprotan ini merupakan bentuk sindirian halus kepada pemerintah Desa Slawi Kulon yang oleh beberapa pengurus RW dianggap kurang cepat dan tanggap dalam penanganan pandemi Covid–19 di daerah kami,’’ ujar Kakak Fajar.
Sampai saat ini di wilayah Desa Slawi Kulon, sudah banyak warga yang terpapar Covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri, terutama di Rukun Warga satu, empat, dan enam.
‘’Kami dihadapkan pada dua kenyataan, warga yang terpapar makin banyak namun disisi lain, pemerindah desa lamban dalam mengantisipasi keadaan,’’ ujarnya.
‘’Para Ketua RW di Desa Slawi Kulon sepakat untuk bergerak secara gotong royong untuk menggalakkan kebersamaan dalam mengangani pandemic Covid–19 tanpa harus mengandallkan dana dari pemerintah desa,” katanya menambahkan.
Pusat kegiatan penyemprotan tahap bertama dilakukan beberapa waktu lalu, dipusatkan di kediaman Kakak Fajar Sigid Kusumajaya yang pernah dijadikan markas NasDem Kabupaten Tegal 2014–2018.
“Jadi relawan yang ikut melakukan penyemprotan juga tahu kalau saya anggota Partai NasDem karena foto Ketum Partai NasDem dan simbol partai masih terpasang di rumah,’’ ujarnya.
NasDem Kabupaten Tegal
Di Kabupaten Tegal, terdapat 18 kecamatan dan 287 kelurahan/desa. Pengurus Pusat telah memberikan target kepada NasDem Kab Tegal untuk mengumpulkan 16.000 e-KTA hingga akhir tahun. Saat ini (7/7), sudah terkumpul 1.595 keping atau sekitar sepuluh persen dari target.
Dengan capaian itu, Kabupaten Tegal berada di pwringkat ke-28 dari 35 DPD NasDem se Jateng dalam pengumpulan e-KTA berdasarkan urutan presentase dari target.
Menurut dia, masih rendahnya capaian e=KTA itu terkait juga dengan pembentukan DPRt yang masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
‘’Saya sebagai Kordapil terus berkoordinasi dengan Ketua DPD untuk menyusun strategi pemercepatan proses perolehan kartu digital ini,’’ katanya dalam percakapan beberapa waktu lalu.
Namun ia optimistis target dari pengurus pusat yaitu pengumpulan 16 ribu e-KTA bisa terealisasikan. Sebab menurut dia, pijakan untuk mencapai angka tersebut sudah sangat jelas yaitu para pengurus di tingkat ranting.
Dengan jumlah kelurahan/desa sebanyak 287 maka jika semuanya telah terbentuk pengurus ranting maka akan terkumpul sejumlah 15.785 anggota, karena setiap desa/kelurahan diurus oleh 55 orang.
Ia menambahkan, Kabupaten Tegal sebenarnya juga memiliki modal dengan satu anggota DPRD kabupaten. ‘’Dari dapil dua menyembul satu orang kader NasDem, Kakak Mohammad Irfan melaju sebagai anggota DPRD Kabupaten Tegal. Jadi sebenarnya, di wilayah ini ada motor yang bisa menggerakan seluruh eksponen partai,’’ katanya.
Selain itu, Kabupaten Tegal yang tergabung di Dapil IX RI bersama Kota Tegal dan Kabupaten Brebes juga didampingi oleh Kakak Lestari Moerdidjat atau Mbak Rerie dalam kapasitasnya sebagai anggota DPR RI Dapil II Jateng. ‘’Mbak Rerie selain mengampu dapil dua, juga mendapat amanah untuk mendampingi Dapil IX. Jadi sebenarnya, Kabupaten Tegal cukup punya modal, karena memiliki seorang anggota DPRD Kabupaten dan diampu oleh Mbak Rerie,’’ ujarnya.

