JATENG.NASDEM.ID – Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem Nurul Alma Hafild atau yang akrab disapa Emmy Hafild meninggal dunia, Sabtu (3/7), pukul 23.17 WIB, di RS Pondok Indah Jakarta. Wafatnya aktivis Lingkungan Hidup sekaligus politikus ini menyisakan duka bagi banyak pihak.
Mantan Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) 1996-2001 dan Direktur Eksekutif Greenpeace Asia Tenggara itu diketahui menjabat sebagai Ketua Bidang Maritim DPP Partai NasDem. Selain aktif di bidang lingkungan, Emmy juga dikenal aktif mengawal berbagai isu perempuan.
Perempuan yang pernah dinobatkan Majalah Newsweek sebagai salah satu Heroes of the Earth itu lahin 3 April 1958 di Sumatera Utara. Dedikasinya di bidang lingkungan juga membawanya meraih penghargaan sebagai Pahlawan Platet oleh Majalah Times pada 1999.
Kepergian Emmy membuat banyak pihak merasa kehilangan sebagaimana dituturkan Ketua Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai NasDem Amelia Anggraini. Menurut kak Amel, meninggalnya Emmy menyisakan banyak kesan baik bagi dirinya.
Kak amel tak dapat memungkiri banyak sifat keteladanan atas dedikasi Emmy di berbagai bidang terutama lingkungan selama ini.
“Dia adalah orang yg sangat konsisten pada prinsinp-prinsip yang akan dia perjuangkan, dia selalu up date dengan semua isu utamannya terkait lingkungan, maritim, nelayan, dan perempuan. Semangat dan konsistensi yang tidak pernah pupus akan menjadi suri teladan bagi orang-orang di sekelilingnya” ujar Amel, Minggu (4/7).
Semasa hidup, kata Kak Amel, sosok Emmy menjadi teman diskusi dan rujukan terkait berbagai isu terutama terkait kesetaraan gender. “Kak Emmy adalah teman, sahabat berdiskusi tentang banyak hal terutama isu tentang gender equality, di mana saya dapat bertukar pendapat, bahkan berdebat dan kemudian mencari solusi bersama,” ujar Amel.
Salah satu yang tak dapat dilupakan oleh Kak Amel adalah kehadiran Emmy dalam diskusi terkait RUU PKS yang ia gelar pada Februari 2021 lalu. Kak Amel menerangkan bahwa Emmy dengan lantang mendorong agar Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) dapat masuk ke prolegnas.
“Masih lekat dalam ingatan saya ketika beliau ingin menyambung diskusi yang terputus dengan berkunjung ke rumah saya, sambil menyantap Quiche cake favoritnya dan secangkir teh Jasmine. Waktu demikian cepat berlalu, peristiwa itu terasa masih kemaren, Selamat Jalan Mba Emmy Hafild,” kata Amel tak dapat menyembunyikan kesedihannya.
“Perjuanganmu melawan cancer telah selesai tetapi semangatmu akan terus tumbuh didiriku. Semoga Mba Husnul Khotimah, tenang dan damai di tempat yang mulia. You will be missed Mba,” kata Kak Amel menambahkan.
Emmy Hafild dimakamkan pada hari ini pada pukul 10.00 WIB di TPU Tanah Kusir AAI Blad 17, Jakarta. Almarhumah meninggal dunia karena kanker yang telah diidapnya sejak 2018.
Semoga almarhumah husnul khotimah, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Selamat Jalan Kak Emmy Hafild.


