18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Jawa Tengah Diminta Patuhi PPKM Darurat

JATENG.NASDEM.ID – NasDem Jawa Tengah diminta mendukung sekaligus menjadi teladan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masayarakat (PPKM) darurat di Jawa dan Bali pada 3–20 Juli 2021.

‘’Pada dasarnya inti dari kebijakan itu adalah bagaimana mengupayakan agar probabilitas masyarakat tertular atau terpapar Covid–19 itu menjadi sangat kecil, karenanya warga diminta tinggal di kediaman masing-masing dan menjalani kehidupan dengan mematuhi prosedur kesehatan,’’ ujar Ketua DPP NasDem Pemenangan Jawa III (Jateng dan DIY) Sugeng Suparwoto.

Menurut Kak Sugeng, demikian ia sering disapa, setidaknya kader-kader NasDem Jateng bisa melakukan dua hal terkait dengan PPKM darurat itu. Pertama, mematuhi segala aturan yang tertuang dalam kebijakan tersebut yang pada intinya membatasi diri untuk bertemu dengan banyak orang dan sebisa mungkin tinggal di rumah. Kedua, ikut membantu menyosialisasikan pokok-pokok ketentuan yang termuat Dalam PPKM darurat tersebut.

Ketua Komisi VII DPR itu menambahkan keberhasilan atas pelaksanaan PPKM darurat itu sangat tergantung dari peran masyarakat dan para pemangku kepentingan di setiap daerah.
‘’Framing dari kebijakan itu sebenarnya sudah cukup untuk bisa menekan laju pertumbuhan orang yang terpapar Covid–19, tapi ya itu tadi, sebagus apapun peraturan kalau tidak dijalankan ya percuma. Karenanya, kader NasDem sebagai bagian dari masyarakat, harus mengambil bagian paling depan untuk menerapkan aturan tersebut,’’ ujarnya.

Ketaatan dalam pelaksanaan PPKM darurat di lapangan, kata Kakak Sugeng yang pernah memimpin media besar di lingkungan Media Group itu, menjadi salah satu kunci keberhasian di lapangan. ‘’Jadi memang masyarakat, pemerintah, TNI, Polri, dan semua pemangku kepentingan harus berperan aktf menjalankan dan menyosialisasikan belied baru terebut,’’ katanya.

Karena itu Sugeng Suparwoto berpendapat, pandemi Covid-19 hanya bisa dihadapi dengan kombinasi kebijakan dan pelaksanaan di lapangan yang konsisten, serta kolaborasi yang harmoni antara para pemangku kepentingan dan masyarakat saat melaksanakan kebijakan pengendalian tersebut.

Berbagai upaya untuk menciptakan kolaborasi yang baik antara pemangku kepentingan dan masyarakat dalam
pelaksanaan PPKM darurat tersebut, ia menegaskan, harus segera diwujudkan.

Dalam bagian lain dari keterangannya, Sugeng Suparwoto mengatakan ia tetap berharap, kendati kondisi Jateng sebagian besar masuk dalam zona merah dan sejumlah kota/kabupaten masuk dalam daftar daerah yang yang harus menjalankan PPKM darurat, pembentukan ranting sebagai pijakan e-KTA tetap berjalan.

Terkait hal itu, Sugeng meminta kepada seluruh kakak-kakak di Jateng untuk bersikap sangat patuh terhadap protokol kesehatan, dengan menjalankan petunjuk-petunjuk yang telah diberikan para petugas di lapangan. ‘’Saya sangat sedih jika mendengar di antara kakak-kakak yang terpapar Covid 19, dan ndilalahnya ada saja yang ikut terkena. Padahal upaya untuk berhati-hati sudah tidak kurang disampaikan dan dilakukan,’’ ujarnya.

Namun demikian, Kakak Sugeng juga mengharapkan bahwa di tengah-tengah maraknya penularan Covid-19 ini, tidak menjadikan NasDem Jateng kendor semangat dalam mencapai target organisasi yaitu pencapaian e-KTA dan penguatan struktur partai.

‘‘Bahwa kita berhati-hati, patuh pada prokes, hidup lebih patuh pada asumsi-asumsi kesehatan adalah satu pihak yang harus kita lakukan, sedangkan di pihak lain, ada sejumlah tugas-tugas kepartaian yang juga tetap untuk dilaksanakan,’’ katanya mengingatkan.

Menurut Sugeng, justru dalam kondisi dimana warga disarankan untuk lebih banyak berdiam di rumah, memberikan peluang yang sangat bagus bagi kita untuk melakukan komunikasi dengan masyarakat.

‘’Penguatan struktur seperti pembentukan DPRt jangan diasosiasikan hanya bisa dilakukan pertemuan tatap muka dengan warga, namun dalam era teknologi komunikasi yang sudah berkembang seperti sekarang ini, bisa dilakukan dengan bantuan alat-alat teknologi komunikasi,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Dapil VIII (Banyumas dan Cilacap) itu memberikan ilustrasi, ‘’Misalnya saat ini akan membentuk DPRt, maka Ketua DPC bisa membuat daftar dari orang-orang yang dikenal dalam setiap kelurahan atau desa,’’ katanya.

“Biasanya seorang ketua cabang mempunyai kader atau telah menanam orang di sebagian besar kelurahan atau desa. Nah kader-kader itulah yang digunakan sebagai embrio pembentukan DPRt dengan melibatkan orang-orang yang mereka kenal,’’ ia menambahkan.

Menurut Kakak Sugeng, dalam kondisi semi lockdown seperti sekarang ini, justru memberikan peluang bagi para pengurus cabang untuk membuat strategi pembentukan pengurus di ranting. ‘’Saya kok malah melihat ini sebagai peluang yang sangat bagus, dimana kakak-kakak semua mendapatkan kesempatan untuk lebih banyak berada di rumah. Karena itu, kesempatan ini memberikan waktu bagi kita semua untuk duduk mengerjakan manajemen rerutmen anggota,’’ ujarnya.

Secara sederhana, kata Sugeng, pimpinan teras DPC bisa membuat daftar tangan-tangan kanan di setiap keluarahan atau padukuhan/rukun warga. ‘’Bikin tabel saja, misalnya di kelurahan/desa satu, siapa yang dapat digunakan sebagai penggerak atau pelopor terbentuknya DPRt, kemudian dilanjutkan ke desa/kelurahan lainnya,” katanya.

“Selanjutnya, kita minta kepada orang-orang yang sudah ditunjuk untuk juga membuat daftar tangan-tangan kanan mereka, tentu saja yang berdomisili di satu wilayah desa atau kelurahan,” ujarnya menjelaskan.

Cara ini dilakukan hingga sampai pada level ke tiga, yaitu: pertama, kelompok tangan kanannya para pengurus cabang. Kedua, kelompok tangan kanan dari tangan kanannya pengurus cabang. Dan level ketiga adalah kelompok tangan kanan, dari tangan kanannya dari tangan kanan pengurus cabang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top