JATENG.NASDEM.ID – Sebagai upaya merengkuh warga atau kelompok masyarakat yang belum berani secara terus terang bergabung atau tokoh-tokoh yang masih terikat dengan partai atau organisasi kemasyarakatan lain, NasDem Temanggung membentuk tim gorong-gorong yang bekerja secara siluman dan di bawah kendali pengurus daerah.
Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi NasDem Temanggung Eko Budi Hartono atau yang akrab disapa Kak Tony mengatakan hal itu dalam keterangan tertulis, Selasa (29/6).
Kemarin, Kak Tony bertemu dengan tokoh masyarakat Kelurahan Kertosari Bapak Bedjo. ‘’Pak Bedjo ini dulunya adalah pegawai Kecamatan Temanggung, istri beliau guru teman sekolah saya waktu SMA,’’ ujarnya menjelaskan.
Menurut Kak Tony, sebagai mantan pegawai kecamatan, Pak Bedjo memilliki jaringan yang sangat luas melampaui sekat agama, ekonomi, dan politiik. ‘’Beliau ini akan menjadi pasukan siluman atau tim gorong-gorong yang bertugas melakukan pendekatan ke publik secara diam-diam,’’ ujarnya.
Menurut Tony, tidak semua warga Temanggung yang memiliki keinginan bergabung ke NasDem bisa didekati secara terbuka. ‘’Ada banyak pertimbangan, namun yang paling besar adalah faktor kenyamanan. Sejumlah tokoh bersedia membantu secara diam-diam dulu, baru nanti menjelang Pemillu Februari 2024, jati dirinya diungkap secara terbuka,’’ katanya.
Langkah yang diambill Kak Tony itu senada dengan pemikiran Ketua DPD NasDem Temanggung Mohamad Sayid. Dalam kacamata Sayid, orang Temanggung itu pada dasarnya tidak mau jika dipaksa-paksa untuk memilih atau tidak memilih sesuatu. ‘’Di sini kalau kita menawarkan kepada warga, apakah akan ngersakaken unjukan toyo petak (air putih) menopo kopi, maka mereka akan meminta minuman teh,’’ tegasnya.
Pendekatan harus dilakukan secara pelan-pelan dan rendah hati, bahwa air putih lebih sehat dibanding jenis minuman lainnya, maka berdasarkan pengalaman selama ini, masyarakat akan mengikutinya.
Prinsip itu pula yang ia gunakan dalam mengembangkan NasDem. ‘’Kita berhadapan dengan partai politik lain yang juga memiliki mimpi sama untuk memenangkan pemilu, dalam pertarungan yang sifatnya zero sum game (the winner takes all and the looser get nothing),’’ ujarnya.
Bahkan di beberapa desa, Sayid menjelaskan, NasDem mengalami kesulitan ketika hendak mencari pengurus dan merekrut anggota kader, karena di desa tersebut didominasi partai lain (PDIP, PKB, Golkar, Gerindra), dan nyaris tidak bisa ditembus.
‘’Terhadap desa-desa yang seperti ini kita terapkan strategi ibarat orang makan bubur panas dalam piring. Jangan langsung makan dari tengahnya karena sudah pasti mulut kita akan terbakar. Tetapi sedikit demi sedikit, disisir dari pinggir piring. Dengan strategi seperti ini insya Allah kita bisa mendapatkan anggota kader di desa seperti itu,’’ katanya.
Lewat teori makan bubur dari pinggir itu, Sayid berharap posisi NasDem di Kabupaten Temanggung akan lebih kuat ketika menghadapi Pemilu 2024. ‘’Saya sangat berharap para bakal calon anggota legislatif pileg mendatang, di semua tingkatan (DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten), mulai bergerak secara sinergis, dalam rangka penggalangan dukungan masyarakat dan menciptakan basis-basis dukungan bagi Partai NasDem.” katanya.


