JATENG.NASDEM.ID – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia berpengaruh pada perekonomian tanpa terkecuali di sektor pariwisata. Hal itu disampaikan anggota DPRD Kabupaten Magelang Fraksi NasDem Maladi.
Menurut pengamatannya, masyarakat Magelang yang berada di wilayah wisata Borobudur pun kini turut mengalami penurunan pendapatan yang drastis. Padahal, pelaku wisata di Borobudur sangat menggantungkan pendapatan dari tingkat kunjungan.
Sementara itu, obyek wisata Candi Borobudur kini tengah ditutup total akibat pandemi. “Saat ini masih stagnan, sudah setahun dari Maret (2020) tutup, kemarin sempat buka tapi hanya di pelataran dan sekarang tutup lagi. Sekarang mengandalkan tingkat kunjungan. Ekonomi juga turun,” kata Maladi.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Magelang ini mengatakan akibat Borobudur tutup, beberapa pelaku wisata berfokus pada sektor pertanian. Salah satu yang menjadi andalan warga Magelang adalah tanaman Tembakau.
Namun sayangnya karena musim yang kurang menentu, tembakau yang digadang-gadang dapat memberikan dampak ekonomi positif ini justru gagal panen.
“Komunitas tembakau ini pada gagal tanam juga gagal panen karena hujan. Masa kemarau juga berpengaruh karena faktor air juga jadi kendala,” keluh Maladi.
Tak heran, kini kondisi ekonomi di sekitar destinasi wisata internasional tersebut menurutnya tengah lesu. Walaupun menurut Maladi pemerintah pernah memberikan bantuan tetapi tak bisa membantu banyak.
“Kemarin ada bantuan dari pemerintah berupa program jarring pemerintah sebanyak satu juta, tapi kurang maksimal,” katanya.
Ia berharap agar pemerintah kembali memikirkan strategi yang tepat dalam memberikan bantuan kepada para pelaku wisata di Borobudur. Selain itu, ia juga terus mendorong agar pemerintah memberikan vaksin pada para pelaku wisata di Borobudur.
“Kami berharap di tempat wisata, NasDem bisa mengusulkan secepatnya untuk menambah kuota vaksin. Karena Magelang masuk destinasi wisata internasional harapannya lebih ditingkatkan lagi, syukur mbak Eva (anggota DPR RI dari Fraksi NasDem) bisa turun di Magelang,” harap Maladi.
Selain itu, ia juga berupaya maksimal untuk terus menjaga komunikasi dengan para ketua DPC agar tak lupa menjaga protokol kesehatan dan menjaga marwah partai.
“Imbauan kepada seluruh DPC agar menghadapi pandemi ini dengan penuh kesabaran, 21 kecamatan agar selalu waspada dan menjaga kesehatan,” ujarnya.
Ia mendorong agar pengurus dan kader tetap berolahraga meski dilakukan di rumah. Selain itu tetap terus menjaga berkomunikasi dengan tim agar tujuan membesarkan partai tetap terjaga.

