JATENG.NASDEM.ID – Rencana pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) yang akan dilaksanakan pada tahun ajaran baru atau tepatnya pada Juli 2021 mendatang mengundang kecemasan banyak pihak.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada beberapa waktu lalu mengatakan bahwa daerah dengan status zona merah akan dievaluasi terlebih dahulu. Berdasar data terbaru, kini di Jawa Tengah terdapat 22 zona merah akibat Covid-19.
Wakil Ketua Bidang Pendidikan NasDem Jawa Tengah Linda Maharani mendukung wacana gubernur dalam meninjau ulang kebijakan terkait pelaksanaan PTM tersebut. Linda bahkan tak segan akan mendukung gubernur jika membatalkan rencana PTM di seluruh wilayah Jawa Tengah.
“Pemerintah alangkah baiknya meninjau ulang terhadap rencana Pembelajaran Tatap Muka karena angka Covid-19 semakin tajam. Rumah sakit full semua, PCR dimana mana full juga. Ini tetangga saya pun yang kena itu sudah kluster keluarga. Ini sebagaiknya ditinjau kembali kebijakan tersebut,” katanya, Rabu (30/6).
Ibu lima orang anak ini tak bisa memungkiri kondisi darurat yang tengah terjadi akibat Covid-19 ini. Menurutnya akan masuk akal jika PTM dibatalkan mengingat adanya wacana pemberlakuan PPKM Darurat oleh pemerintah dalam waktu dekat ini.
Untuk itu, ia berpesan kepada seluruh orang tua yang khawatir terhadap pendidikan anaknya di masa pandemi ini agar bijaksana menyikapi berbagai keputusan pemerintah. “Lebih baik kita menahan diri dan bijaksana, karena posisi seperti ini sekarang semakin darurat karena rumah sakit sudah full dan obat-obatan sudah langka,” terangnya.
Di sisi lain, Linda yang selalu mendampingi anaknya dalam belajar bisa memahami jika anak-anak mulai bosan belajar di rumah. Hal ini menurutnya, menuntut orang tua untuk bijaksana dalam bersikap menghadapi kebosanan anak dalam aktivitas belajar.
“Sebagai orang tua harus bijaksana, sebosan apapun. Kita maklumi keadaan ini dan tetap menahan diri. Untuk pelajar, sebaiknya tetap bersabar hingga situasi mereda dan manut di rumah saja,” pesannya.
Untuk itu, ia menambahkan, hal terbaik yang bisa dilakukan adalah tetap mematuhi apapun kebijakan pemerintah. Terutama untuk tetap di rumah saja dan menjaga protokol kesehatan.
“Hal ini pasti ada hikmahnya, situasi seperti ini seolah kita tidak bisa berbuat apapun selain berserah pada Tuhan. Kalau kita sudah bisa menjaga keluarga, dan menjalankan di rumah. Insyaallah pasti ada jalan,” katanya memberi pesan.

