JATENG.NASDEM.ID – Ketua Fraksi NasDem Jepara Nur Hidayat menilai saat ini pihak pemerintah, kepolisian, dan TNI perlu melakukan intervensi serta evaluasi dan monitoring atas ketersediaan pasokan gas oksigen untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit dan pusat-pusat kesehatan di Jepara.
‘’Kami memantau sejumlah rumah sakit di Jepara dan mengunjungi distributor oksigen di Kudus, mendapati fakta memang ketersediaan oksigen sangat memprihatikan, jika tidak segera ada inervensi, maka bisa menimbulkan masalah yang serius,’’ ujar Nur Hidayat dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/6).
Sejak Jepara dinyatakan sebagai zona merah Covid-19, hampir tiap hari Nur Hidayat melakukan pemantauan di sejumlah rumah sakit rujukan Covid 19. Jumat kemarin, ia sidak ke PT Samator Gas serta distributor oksigen di Kudus. ‘’Kemarin sore kami mengunjungi penyalur gas oksigen untuk wilayah kudus, memang ketersediaan oksigen betul-betul terbatas,’’ ujarnya Nur Hidayat atau akrab disapa Kakak Nur itu.
Menurut Kakak Nur, dalam keterbatasan stok oksigin itu, pihak distributor mengutamakan pengiriman ke rumah sakit dan tempat pelayanan kesehatan. ‘’Semua kebutuhan oksigen Jepara dipasok dari Kudus,’’ katannya.
Menurut Kakak Nur, Fraksi NasDem Jepara sudah sejak lama memberikan warning ke pemerintah tentang perlunya mengamankan persediaan oksigen. ‘’Pada 17 Juni yang lalu saat kami melakukan cheking dan monitoring atas pelayanan rumah sakit, kami sudah memberikan peringatan akan kondisi tersebut, dan barusan kemarin kami juga mengontrol langsung ke distributor dan agen, memang rata-rata juga mengalami keterbatasan,” katanya.
Sebelumnya, Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Kabupaten Jepara, RSUD Kelet, memutuskan tidak menerima pasien corona untuk sementara waktu.
Musababnya, rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah itu kekurangan pasokan oksigen di tengah lonjakan kasus corona yang terjadi di kota ukir tersebut.
Pengumuman itu diunggah di akun instagram RSUD Kelet, Kamis (24/6).
“Sehubungan dengan keterbatasan persediaan oksigen yang disebabkan oleh peningkatan kebutuhan oksigen seluruh rumah sakit di Jawa Tengah yang berdampak pada ketersediaan oksigen di RSUD Kelet. Maka bersama ini kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :
- IGD RSUD Kelet sementara tidak menerima pasien COVID-19 sampai dengan persediaan oksigen terpenuhi.
- Tetap menerima pasien gawat darurat yang tidak membutuhkan oksigen setelah selesai proses dekontaminasi berlaku mulai pukul 15.00 WIB,” bunyi unggahan @rsudkeletjateng.
Dalam pengumuman itu juga tertera, ketentuan pada poin nomor 1 berlaku pada Kamis 24 Juni 2021 pukul 09.00 WIB sampai dengan ada pemberitahuan lebih lanjut.
“IGD RSUD Kelet untuk sementara tidak menerima pasien suspek/confirm COVID-19 mulai Rabu, 23 Juni 2021 pukul 07.00 WIB s/d Kamis, 24 Juni 2021 pukul 09.00 WIB. Demikian harap maklum,” tulis akun itu.
Juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Jepara Muh Ali membenarkan kondisi itu. Ia mengatakan terjadi keterlambatan pengiriman pasokan oksigen.
“Iya benar karena suplai oksigen kepada rumah tidak sesuai dengan jadwal pengiriman,” ujarnya.
Selain itu, karena pasien Covid-19 terus bertambah, maka kebutuhan oksigen di RSUD RA Kartini Jepara meningkat pesat. Direktur RSUD Kartini Tegus Iskadir mengatakan kondisi rumah sakit mengalami krisis oksigen.
‘’Kebutuhan kita meningkat luar biasa. Yang biasanya 100 per hari, ini sampai 1.500 – 2.000 liter per hari. Sehingga oksigen ini harus kita datangkan lebih banyak,’’ ujarnya, Jumat kemarin.


