18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kiat Jitu Djadjat Sudradjat Atasi Keraguan Warga Bikin e-KTA

JATENG.NASDEM.ID – Sekretaris NasDem Banyumas Djadjat Sudradjat mengatakan salah satu kendala utama dalam pengumpulan e-KTA adalah sikap kehati-hatian warga untuk melepaskan kartu tanda penduduk (KTP) karena mempertimbangkan faktor keamanan.

‘’Di situasi sekarang ini, dimana banyak sekali penipuan di dunia online dengan menggunakan KTP pinjaman. Jadi, KTP itu sering sekali disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab untuk niat menipu. Kondisi ini mendorong warga untuk berhati-hati sekali jika ingin melepaskan KTA kepada orang lain. Apalagi, jika disertai permintaan foto segala. Mereka makin takut,’’ ujar Djadjat Sudradjat atau yang karib dipanggil Kakak Djadjat, Kamis (24/6).

Menurut Djadjat yang juga anggota DPRD Banyumas itu, sebagian besar masyarakat sudah memahami konsekuensi hukum dan kejahatan yang bisa terjadi ketika mereka melepaskan KTP ke masyarakat, apalagi disertai dengan foto setengah badan. ‘’Ada beberapa yang minta agar warga itu memegang foto di taruh di dada baru difoto, nah pasti permintaan itu akan ditolak,’’ katanya.

Ia memberi contoh, seorang kader di sebuah desa sudah berhasil menghimpun dan memasukkan 55 orang menjadi anggota ber-e-KTA, karena memang sesuai aturan setiap kelurahan/desa yang akan membentuk pengurus ranting harus sedikitnya memiliki 55 orang anggota.

“Nah Kader tadi masih menyimpan 150 KTP, namun ia belum bersedia menyerahkan ke kami untuk dibuatkan e-KTAnya, karena mereka belum yakin atas keamanan dari KTP tersebut,’’ ujar Djadjat yang pernah menjadi pemimpin Harian Lampung Post itu.

Kakak Djadjat mengaku paham akan sikap kehati-hatian tersebut. ‘’Menurut saya masyarakat wajar bertanya seperti itu, sekarang ini bahkan masyarakat yang kritis bertanya menyangkut keamanannya bagaimana, disalahgunakan atau tidak. Ini kan bagus karena tentu mereka membaca pemberitaan selama ini di media masa, media online dan pembukaan data karena tidak amannya sistem kita,” ia menambahkan.

Meski demikian, Kakak Djadjat telah menemukan cara efektif untuk menepis sikap keraguan masyarakat tersebut, ‘’Saya mendapatkan keuntungan karena menjadi anggota dewan, artinya wajah saya banyak yang mengenal. Memang ada sebagian yang baru mengenal, nah terhadap mereka-mereka ini saya harus turun langsung. Artinya, untuk menangkal keraguan masyarakat atas keamanan KTP, maka kita harus turun langsung bertemu mereka untuk meyakinkan bahwa sistem yang dikembangkan NasDem sangat aman,’’ ujarnya

Ia menambahkan, ‘’Saya jujur-jujur saja, saya sangat terlibat secara langsung dan emosional merasakan, tahu banyak hal di lapangan tentang pencarian datanya e-KTA ini. Kalau mereka sudah yakin dengan kita (anggota dewanya) apalagi di daerah-daerah basis tidak ada masalah. Meskipun tetap ada pertanyaan dimasyarakat, yakni ‘dapat apa?’ Dan seterusnya.”

Memang kuncinya, kata Djadjat, petugas yang ada di lapangan itu tim atau siapapun memiliki kesadaran yang sama bahwa e-KTA ini memberikan kemanfaatan yang sangat optimal bagi kader NasDem yang akan berlaga pada Pileg 2024. ‘’Jadi ini (e-KTA) merupakan investasi kita menuju kemenangan di 2024, dengan syarat tentu saja warga yang sudah diberikan e-KTA itu tetap dalam perawatan hingga hari H pilleg tiba, jika tidak ya tentu saja menjadi lain cerita,’’ ujarnya.

Saat ini Kakak Djadjat sudah mengantongi e-KTA lebih dari 1.600 artinya sudah sangat melampaui target yang ditetapkan DPW sebanyak 500 per anggota dewan. ‘’Tapi saya tetap terjun ke lapangan sampai sekarang masih berproses, mudah-mudahan masih dilanjutkan bisa lebih banyak dan itu bisa jadi modal dasar ketika Pemilu,” katanya bersemangat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top