JATENG.NASDEM.ID – Melengkapi kepengurusan di tingkat ranting, NasDem Temanggung terus melakukan safarai politik dengan mengunjungi tokoh-tokoh masyarakat setempat. Jumat (18/6) lalu, Ketua DPD NasDem Temanggung Muhamad Sayid didampingi Wakabid OK Eko Budi Hartono dan Wakabid Bapilu Indrotomo menyisir Dapil 6 Temangung (Kecamatan Kranggan, Kaloran dan Pringsurat).
Penjelajahan kali ini berlabuh di keluarga Suyono yang adalah Kepala Dea Kramat, Kecamatan Kranggan, Temanggung. ‘’Pak Suyono ini adalah kepala dessa senior di wilayah kranggan, karena beliau sudah tiga periode dalam jabatan itu,’’ ujarnya.
Dalam pertemuan yang digambarkan oleh Muhamad Sayid atau sering dipanggil Kak Sayid berlangsung penuh dengan aura kekeluaragaan itu sangat nyambung.
’Ternyata Pak Suyono selama ini sudah mengikuti sepak terjang Partai NasDem. Dia memberikan apresiasi terhad Partai NasDem sebagai satu-satunya partai yang berani mendeklarasikan politik tanpa mahar, yang dalam pandangannya merupakan ikhtiar politik Partai NasDem untuk memberantas korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan yg dilakukan oleh pejabat publik,’’ ujar Sayid.
Karena itu, ketika Kak Sayid yang pernah duduk di kursi DPRD Temanggung 2014 – 2019, mengajak Pak Suyono untuk bergabung dalam barisan pendukung Partai NasDem, beliau memberikan komitmennya. “Namun karena sebagai kades beliau terikat oleh peraturan perundang-undangan, tidak boleh menjadi anggota atau pengurus partai politik, maka sebagai simbol komitmen politik terhadap NasDem Pak Suyono menyerahkan KTP istrinya Ibu Sri Mardiyati untuk dibuatkan e-KTA NasDem,’’ kata Kak Sayid menjelaskan.
‘’Bu Sri Mardiyati sendiri yang menyerahkan KTP-nya ke saya, dan beliau menyatakan siap bergabung ke NasDem,” ujar Kak Sayid menambahkan.
Menurut Sayid yang sudah sejak 2011 bergabung di NasDem dan langsung duduk sebagai Ketua DPD NasDem Temanggung sampai sekarang ini, tidak hanya Pak Suyono yg tertarik dengan Partai NasDem, tetapi juga sejumlah kepala desa di Kranggan juga menyatakan ketertarikannya.
‘’Saya sering berdiskusi dengan teman-teman sesama kepala desa, di Kecamatan Kranggan ini ada 4 Kades. Mereka memiliki pandangan yang sama dengan saya terhadap Partai NasDem. Insyaallah mereka juga berkomitmen untuk menjadi pendukung Partai NasDem,” ujar Suyono sebagaimana ditirukan Kakak Sayid.
Keempat kades yang dimaksud Suyono adalah Kades Sanggrahan, Pendowo, Purwosari, dan Ngropoh. Menurut Sayid, saat ini pihaknya sedang fokus ‘berburu’ para kepala desa untuk dijadikan anggota, pengurus atau calon anggota legislative di 2024.
‘’Tanpa mengabaikan pentingnya posisi politik tokoh-tokoh masyarakat lain, fokus kami saat ini memang rekrutmen tokoh masyarakat dari kalangan kepala desa. Kades sudah pasti memiliki posisi politik yang strategis di lingkungan masyarakat desa yang dipimpinnya, mereka memiliki pendukung yang riil dan mereka juga memiliki otoritas dalam penyelenggaraan pemerintah desa yg bisa berdampak secara langsung dalam preferensi politik masyarakatnya,’’ ujarnya.
Sementara itu, terhadap desa-desa yang kadesnya sudah tak tergoyahkan menjadi pendukung partai lain, maka strategi yang kita tempuh adalah dengan melakukan pendekatan politik terhadap mantan kades atau mantan calon kades yang kalah dalam pilkades. “Kita menggunakan sentimen emosi politik kompetisi dalam pilkades yang biasanya akan laten sampai pilkades berikutnya,’’ ujarnya.
‘’Kami akan terus bergerak dalam senyap, tidak dengan gegap gempita. Karena ketika Raden Sumantri berhasil memindahkan Taman Sriwedari dari negeri Magada ke Maespati itu juga dilakukan dalam sunyi, tidak ada gegap-gempita sorak sorai penonton. Itulah jalan sunyi menuju kekuasaan,’’ ujar Muhamma Sayid mengutip periskop dalam pewayangan.
Kecamatan Kranggan bersama dengan Kaloran dan Pringsurat masuk dalam Dapil II Temanggung dengan memperebutkan delapan dari 45 kursi DPRD . Di Temanggung terbagi dalam enam daerah pemilihan. Secara administratif, kabupaten ini terbagi ke dalam 20 kecamatan dan 289 desa/kelurahan.
Pileg 2019 NasDem kebagian dua kursi, menyusut dari empat kursi yang diraup padda 2014. Tahun 2019 memang bukan masa keberuntungan bagi NasDem, bersama dengan Hanura dan Demokrat adalah partai yang mengalami koreski perbendaharaan kursi cukup dalam. Sedangkan, Gerindra, PPP, PDIP, dan Gollkar merupakan partai yang mampu mendulang tambahan kursi.


