18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

NasDem Kota Magelang Siap Andai KPU Verifikasi Hari Ini

JATENG.NASDEM.ID – Ketua DPD NasDem Kota Magelang Aktib Sundoko menegaskan  telah siap seratus persen jika hari ini diadakan verifiksi adminstrasi partai politik. ‘’Kami sudah siap ,’’ ujarnya di depan rombongan KPU Kota Magelang yang sedang melakukan anjangsana ke kantor NasDem, Rabu (10/6) siang.

Tentu saja, pernyataan Aktib Sundoko itu dibalas dengan senyum lebar oleh Ketua KPU Kota Magelang Basmar Perianto Amron yang didampingi Divisi Hukum dan Pengawasan Srie Nugraheni.  Sebab audensi tersebut bukan untuk melakukan verifikasi, namun KPU ingin mensosialisasikan tahapan pelaksanaan  Pemilu 2024  yang mencakup pileg, pilpres, dan pilkada.

‘’Pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU dan pihak terkait lainnya, kan sudah bersepakat tentang jadwal pelaksanaan Pemilu 2024, meskipun jadwal itu masih akan ada revisi  oleh  pemerintah, namun secara garis besarnya sudah ada gambaran,’’ ujar Aktib.

Menurut Aktib, Pemilu 2024 memang harus dipersiapkan sejak dini karena baru pertama kali melaksanakan tiga pemilihan pada tahun yang sama. ‘’Ada pileg, pilkada, dan pilpres. Kalau 2019 kan baru pileg dan pilpres. Membayangkan saja sudah mumet, apalagi jika tidak ada persiapan matang, maka sudah dapat dipastikan kualitas pemilu akan menurun,’’ ujarnya.

Kesiapan tersebut, lanjut Aktib yang juga aktivis perburuhan itu, tidak hanya yang terlibat dalam pelaksanaannya yaitu KPU, Bawaslu, Mahkamah Konstitusi, DPR, partai politik, pemerintah, TNI/Polri tetapi juga masyarakat.

‘’Bisa jadi Pemilu 2024 nanti adalah yang terbesar di dunia dalam segala kategori, baik parpol peserta pemilu, jumlah pemilih yang akan memberikan hak suaranya, biaya yang akan dikeluarkan oleh pemerintah, dan jenis pemilihan yang akan diikuti oleh warga,’’ ujarnya.

Kepada KPU, Aktib menyampaikan optimismenya jika Pemilu 2024 dapat berjalan dengan lancar. ‘’Kan sudah menjadi keputusan bersama, jadi ya tidak ada pilihan lain untuk melaksanakan sebaik-baiknya sesuai tahapan yang sudah diputuskan,’’ ujarnya.

Ia menambahkan, ‘’Tetapi memang harus dipersiapkan secara matang sesuai tahapan-tahapannya. Sebab jika satu tahapan mundur, maka seluruh rangkaian gerbong Pemilu 2024 juga akan mundur.’’

Dalam kesempatan audensi itu, Aktib Sundoko menyerahkan dokumen pengurus DPD NasDem Kota Magelang, ‘’Silahkan diperiksa, semuanya sudah lengkap. Karena itu, sebenarnya kami sudah siap bila saat ini KPU melakukan verifikasi administrasi,’’ ujar Aktib sembarai tertawa.

Pileg 2019 lalu, NasDem Kota Magelang kehilangan satu-satunya kursi yang didapat pada 2014. Dari 25 kursi dewan, dibagi  ke Dapil Magelang Tengah 10 kursi, Magelang Selatan delapan kursi, dan Magelang Utara tuju kursi. PDIP dapat sembilan kursi, PKB, PKS, Golkar dan Demokrat masing-masing tiga kursi. Kemudian Hanura meraup dua kursi, sedang Gerinda dan Perindo masing-masing satu kursi.

Caleg yang mendapatkan suara tertinggi yakni, Aji Setiawan dari PDIP memperoleh 3.507 suara di Dapil Magelang Tengah, kemudian Siti Sahyuti Soekisno dari PDIP dengan suara 2.772 di Dapil Magelang Selatan.

Sedangkan caleg dengan suara terendah adalah Imam Musaechoni dari PKS Dapil Magelang Tengah yang menyabet 666 suara, kemudian Niekecorry Elza dengan suara 960 dan Ventje Jehezniel Rogi dari Golkar Dapil Magelang Tengah yang meraub 982 suara.

Data-data statistik itu memperlihatkan bagaimana ketatnya perebutan suara di Kota Magelang. ‘’Suaranya kecil tetapi harganya mahal, karena masing-masing calon anggota legislatif nguprek-uprek pemilih yang sama. Karena itu, untuk mendapatkan satu suara saja, harus dengan cucuran keringat dengan menggabungkan kemampuan jaringan, modal sosial, dan tentu saja wuwur,’’ katanya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top