JATENG.NASDEM.ID – Partai NasDem melalui DPD Partai Nasdem Kabupaten Brebes, mulai mendekati komunitas milenial. Salah satunya, dengan berkunjung ke Perguruan Pencak Silat Kadam Sakya Kardi (KSK) di Desa Songgom, Kecamatan Songgom, Brebes.
Jajaran pengurus DPD Partai Nasdem Brebes yang melakukan silaturahmi tersebut disambut antusias para cantrik Perguruan Pencak Silat KSK. Para cantrik menunjukkan keahlian beraksi seni pencak bela diri yang digelar di markas mereka.
Sambutan juga diberikan warga setempat, yang ikut beramah-tamah dengan jajaran NasDem dalam suasan kekeluargaan.
Ketua perguruan Pencak Silat KSK Songgom Ahmad Baihaqi dalam sambutannya mengapresiasi silaturahmi jajaran pengurus DPD Partai NasDem Brebes. “Saya berterimakasih atas kunjungan pengurus DPD Partai NasDem. Ini merupakan kehormatan tersendiri bagi kami,” ujar Ahmad Baihaqi.
Ahmad Baihaqi menuturkan, jumlah cantrik yang tergabung dalam Perguruan Pencat Silat KSK asuhannya mencapai 200 cantrik yang mayoritas remaja atau generasi milenial, baik pria maupun wanita.
“Ada tidak kurang dua ratus anak-anak baik lelaki maupun wanita yang tergabung di perguruan Pencak Silat KSK. Mayoritas kaum remaja yang datang dari Desa Songgom dan sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa perguruan pencak silat yang diasuhnya masih banyak kekurangannya. “Kami masih banyak membutuhkan sarana dan prasarana. Selain pakaian seragam juga peralatan musiknya. Selama ini untuk mengiringi jika para cantrik berlatih hanya memperdengarkan musik dari rekaman,” katanya.
Seorang cantrik Ely Winawati yangberusia 16 tahun mengaku sudah hampir satu tahun bergabung dengan perguruan Pencak Silat KSK tersebut. “Kami berlatih paling tidak seminggu sekali,” ujar Ely.
Ia mengaku senang bisa berlatih silat, karena selain untuk mengisi waktu, juga sekaligus olah raga menjaga stamina tubuh. “Apalagi sekarang sedang musim pandemi Covid-19,” ujar remaja yang bercita-cita menjadi anggota TNI tersebut.
Sekretaris DPD Partai NasDem Brebes Slamet Abdul Dhofir menyampaikan jika Kabupaten Brebes selain wilayahnya terluas kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Cilacap, jumlah penduduknya juga banyak, hampir 2 juta atau 1,98 juta jiwa.
“Dari jumlah tersebut, sudah barang tentu termasuk kaum milenialnya yang pada Pemilu 2024 nanti mereka sudah mempunyai hak pilih,” kata Dhofir.
Ia mengatakan pendekatan terhadap generasi mienial bakal pula dilakukan pada komunitas-komunitas kaum muda lainnya. (NJ10)

