JATENG.NASDEM.ID – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kudus mengundang keprihatinan publik. Demikian pula disampaikan Ketua Fraksi NasDem di DPRD Kabupaten Kudus H Muhtamat.
“Itu yang menjadi keprihatinan kami selaku Fraksi NasDem walaupun kami sudah tahu persis terkait hal itu pasti akan ada ledakan,” ungkapnya, Kamis (27/5).
Menurut pengamatannya, jumlah pasien rumah sakit di Kudus mulai meningkat pasca-lebaran. Meski sebagian besar pasien ini tak terpapar Covid-19, namun tren pasien Covid-19 juga turut meningkat.
Muhtamat mengatakan bahwa kasus tersebut menjadi evaluasi bersama. Ia meminta agar jangan menyalahkan pemerintah daerah. Sejauh ini, ia melihat sudah banyak upaya yang dilakukan untuk menekan penyebaran Covid-19.
“Jangan menyalahkan ke pemerintah daerah. Kita sudah melakukan banyak upaya. Lonjakan yang kita soroti adalah klaster Idul Fitri karena tren saat puasa menurun drastis dan tempat isolasi ditutup. Namun kini banyak tempat isolasi yang dibuka mengingat tingginya lonjakan,” ia menekankan.
Muhtamat juga mengingatkan masyarakat agar tak lalai menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan 3M. Ia menyebutkan butuh partisipasi seluruh lapisan masyarakat dan harus menjadi komitmen bersama.
Pihaknya juga mendorong agar seluruh tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kudus agar turut berkontribusi dalam menekan kasus penyebaran Covid-19.
“Saya mohon pada seluruh tokoh masyarakat terutama tokoh agama untuk ikut memberikan kontribusi dan edukasi ke masyarakat untuk bersama-sama menekan kasus Covid-19 di Kabupaten Kudus,” harapnya.
Saat ini, di Kabupaten Kudus dilaporkan terdapat 261 pasien Covid-19 yang dirawat dan 522 pasien menjalani isolasi mandiri. Terbaru, Pemerintah Kabupaten Kudus telah menutup akses masuk kendaran yang berasal dari luar kota.
Muhtamat mendukung penuh keputusan penutupan akses kendaraan luar kota tersebut guna memotong mata rantai penyebaran Covid-19 ke Kabupaten Kudus.
