18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Masykur Pertanyakan Kinerja Pemda di Tengah Derita Warga Pengungsian

Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulawesi Tengah, Muh. Masykur memertanyakan keberadaan pemerintah daerah setempat dalam menyikapi warga yang berada di tenda-tenda pengungsian.

Melalui rilis yang diterima partainasdem.id, Masykur yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) NasDem Kabupaten Sigi mengatakan, sampai hari kedelapan pasca bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Kota Palu, Sigi dan Donggala (PASIGALA),  permasalahan tanggap darurat belum juga teratasi.

Malah sebaliknya, respons tanggap darurat pemerintah provinsi nampak masih kacau balau di lapangan.  Mulai dari soal fasilitas tenda hunian pengungsi, pemenuhan kebutuhan pangan, kesehatan, penanganan bayi dan anak, pemulihan psikologi warga serta MCK (mandi, cuci, kakus), semuanya belum dapat diatasi.

Saat ditemui di tenda pengungsian warga di Bukit Buntina, Desa Pombewe Kecamatan Sigi Biromaru, Ketua Fraksi NasDem DPRD Sulteng, Muhamad Masykur mengatakan sangat prihatin dengan kehidupan warga di tenda pengungsian.

“Mereka saat ini hidup di bawah tenda seadanya. Jauh dari standar layak. Hampir semua seperti ini. Tidak di Palu, Donggala dan Sigi. Kondisi di tempat pengungsian  sama masalahnya,” ungkapnya.

Padahal, tambahnya lagi, sejak hari pertama hingga hari ke delapan bantuan kemanusiaan  sudah mulai nampak membanjiri.

“Yang ada, warga di tenda dipengusian masih hidup dalam kondisi serba terbatas. Tenda tidak layak huni, bahkan sebagian masih tidur tanpa alas di alam terbuka,” tegas Masykur geram.

Menurut Masykur, sampai hari ini masih banyak warga berteriak minta bantuan tenda layak huni.  Sebagaimana standar tenda yang didistribusikan dengan cap nama Kementerian Sosial dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Nampak hanya di beberapa titik saja ada tenda seperti itu, seperti di kantor pemerintahan yang dijadikan tempat pengungsian dan di beberapa lapangan yang dijadikan pusat pengungsian. Di luar itu sudah tidak nampak tenda seperti itu.

“Mbok ya kondisi seperti itu segera pemerintah provinsi bertindak sebab hari ini sebagian besar kita hidup di pengungsian tidak sedang camping sehari dua hari di alam terbuka. Karena sebagian besar warga yang tidak punya rumah tinggal lagi kini hidup di bawah tenda pengungsian.  Dan oleh karenanya sepatutnya  pemerintah provinsi beri respon selayaknya berdasarkan standar respon tanggap bencana, bukan membiarkan warga sendiri berjuang mengatasi problemnya,” pinta Masykur.

Masykur mendesak agar di masa tanggap darurat ini yang segera dituntaskan adalah kebutuhan pangan, tenda, air bersih dan MCK darurat di tempat pengungsian.

“Selain itu dibutuhkan penataan wilayah pengungsian agar memudahkan pemenuhan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan dasar warga di tempat pengungsian. Khususnya pemenuhan kebutuhan dasar terhadap bayi, balita dan anak-anak,” pungkas Masykur.

SUMBER: https://www.partainasdem.id/read/6236/2018/10/07/masykur-pertanyakan-kinerja-pemda-di-tengah-derita-warga-pengungsian

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top