SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah memperoleh peringkat pertama penghargaan Paritrana yang dari Bahasa Sansekerta berarti perlindungan.
Kadisnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Wika Bintang menjelaskan bahwa perhargaan ini atas komitmen pemerintah provinsi Jateng dalam perlindungan kepada tenaga kerja melalui BPJS ketenagakerjaan.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menerima perhargaan tersebut yang diserahkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri dan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto juga hadir dalam penyerahan penghargaan ini.
“Provinsi Jateng meraih juara pertama tingkat provinsi, untuk tingkat kabupaten/ kota juga diraih dari daerah di Jateng yaitu kota Surakarta,” tuturnya kepada Tribunjateng.com, Rabu (1/8/2018).
Wika berharap dengan diraihnya penghargaan ini semoga semakin mendorong kepesertaan di Jawa Tengah agar maksimal.
Saat ini persentase kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan pekerja formal pada angka 94 persen, sedangkan yang nonformal sebesar 63 persen.

“Ini yang perlu kita dorong, jadi kepada masyarakat yang bekerja mandiri alias tidak menerima upah, seperti berdagang di pasar dan pekerjaan lain agar ikut minimal dua program melindungi diri, yaitu kecelakaan kerja dan kematian,” tambahnya.
Apalagi biaya yang dikeluarkan untuk program ini juga terjangkau, yakni RP 16 ribu perbulan.
Sehingga manakala terjadi sesuatu sudah ada pihak yang akan mencover.
Selain itu, bagi masyarakat yang telah ikut serta juga diharapkan dapat melakukan pekerjaannya dengan nyaman dan tidak was was
Upaya untuk mendorong dijelaskan Wika, melalui gencarnya sosialisasi.
“Seperti di Solo, bahkan pak wali kota mendorong sosialisasi untuk dilakukan di pasar,” lanjutnya.
SUMBER: http://jateng.tribunnews.com/2018/08/01/jateng-raih-penghargaan-paritrana

