Inilah yang menjadi sebenarnya menjadi suatu yang memperkuat keyakinan saya ketika seluruh upaya dan rencana yang ingin dijalankan memang diniatkan dengan ketukusan keikhlasan konsistensi ucapan dan perbuatan seraya memohon doa ilahi, insyAllahh saya percaya rencana itu akan berhasil, Allah juga memberikan ridhonya.
Itu juga yang saya niatkan mendiri partai ini. Saya satu tahun lebih tua dari Pak Tjetjep sekarang saya 65 tahun, saya lahir di ujung barat di pulau suamtera sana, tepatnya di banda Aceh. Saya ingin menceritakan sedikit kenapa nama saya surya darma Paloh.
Saya tanya pada Mama saya, ibu mengatakan ketika mengandung daerah itu sedang kena bencana alam, banjir di mana mana, ibu saya relawan membantu ke sana sana, bapak saya seorang Polisi inspektur polisi kenapa darma karena pekerja sosial kenapa paloh karena nama bapaknya Paloh.
Saya dibesarkan di Medan Sumut, anak medan. Saya sudah mulai bekerja sebenarnya orang tua mampu, tetapi saya katakan, Pak mulai besok jangan kasi saya uang. Saya bawak barang, saya jual barang, kemudian saya dapat hasilnya.
Mulai 14 tahun, saya sudah masuk organisasi. 25 tahun saya menjadi MPR RI, jabatan terakhir di Golkar saya menjadi ketua dewan pembina partai Golkar, saya katakan pada teman2 saya dan adek adek saya di sana, kita berpisah, Golkar harus meneruskan perjuangannya. Inilah saya pada hari ini. Kelurga saya adalah muslim dari kakek nenek, sedikit fanatik karena memang berasal dari sana.
Banyak yang bertanya, apa sih gerakan perubahan itu. Merubah cara berpikir kita, sebagai manusia tidak lepas dari kesilapan dosa, kita kembalikan lah pada niat baik tadi. Gerakan perubahan membawa kita agar mengatakan yang benar adalah benar, yang salah adalah salah. Jadi mengajak untuk positif thinking, jangan kita terjebak pada sesuatu yang tidak disukai islam, munafik, musyrik dsb.
Hari ini kita silap sebagai manusia biasa, apa itu restorasi Indonesia, apa itu restorasi, adat istiadat, tutur pribadi kita sebagai masyarakat timur, itu harus terjaga, jangan karena modernisasi kita tinggalkan. Indonesia harus kepribadian Indonesia, masak karena modenisasi Indonesia harus keamerikaan, indonesia harus Indondonesia itulah makna Restorasi.
Saya penting mengatakan ini karena penting untuk mengisi kemerdekaan. Masak kita ingin kembali dijajah dibuat tidak berarti sebagai manusia yang wajar. Pejuang bangsa kita, berjuang untuk memerdekakan kita. 3,5 abad kita dijajah, pahit. Catatan yang paling penting, negeri ini umat mayoritasnya itu muslim, di mana saja saya katakan. Keberhasilan negeri ini adalah keberhasilan umat islam, tetapi kegagalan negeri ini itu juga adalah kekalahan umat Islam.
Ini yang harus kita jalankan bersama. Partai ini menegaskan posisinya, sebagai nasionalis religius. Nasionalis yang religius, itulah NasDem, itu mengapa kita bertugas untuk menjaga negeri yang kita cintai ini.
Apa itu islam. Dalam pemahaman saya, pak Kiyai, saya sekarang esensi keberadaan Islam memang rahmatan lil alamin, mau semodern apapun kemajuan dunia ini islam saya yakin selalu terdepan. Jadi kita bisa bergaul dengan siapa saja. Pemeluk apapun itu di luar islam. Itulah rahmatan lil alaminnya Islam.
NasDem ingin menjaga keutuhan ini. NasDem itu akan kering kalau tidak ada peran ulama. Nah ini sekarang dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kami memohon pada Allah swt sekaligus alim ulama di Cianjur ini maka kami mohon dukungan atas niat baik kita. Untuk apa kemajuan bangsa ini hanya di bidang akal, tetapi tidak disertai kemajuan dan keutuhan nurani.
Kita ingin Masyarakat cerdas dan nuraninya akhaknya baik. Saya ingin katakan merosotnya, akhlak negeri ini. Bangsa ini sedang mengalami tren demoralisasi. Kalau alim ulama tidak menjadi benteng utama, saya yakin nasib ke depan. Maka saya titip semangat ukhuwah Islamiyah yang sudah kita pupuk di Cianjur ini harus kita pertahankan. Jangan kasi tempat, dengki, fitnah di Cianjur ini. Kita mau mensyukuri nikmat dari Allah swt.
Harapan saya mudah mudahan pertemuan pada hari ini di tempat tokoh ini memberikan barokah oleh Allah swt, Bapak kiai ketua umum mui, orang politik bisa katakan tetapi dia tidak lakukan. Mau jadi capres cawapres saya enggak ada urusan. Saya mau melihat bangsa ini lebih maju, supaya masa depan anak cucu kita lebih baik.
Inilah harapan saya mudah mudahan pikiran masyarakat juga kita ajak tidak semua pimpinan partai mabuk kekuasaan.
Saya mohon ijin saya mesti terbang ke Sukabumi, kalau bisa nginap saya mau nginap di sini pak Bupati. Terimakasih hormat saya. Wassalam
SUMBER : http://lestarimoerdijat.com/berita/tikpet-sp-rumah-bupati-cianjur-agenda-silaturahmi-ulama-dan-tokoh-masyarakat/


