JATENG.NASDEM.ID – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai NasDem Banjarnegara. Anggota DPRD Banjarnegara dari Fraksi Partai NasDem sekaligus Bendahara DPD Partai NasDem Banjarnegara, Bambang Purnomo Adi, wafat dan meninggalkan duka mendalam bagi jajaran pengurus serta masyarakat yang mengenalnya.
Ketua DPD Partai NasDem Banjarnegara, Nurul Iptak, mengenang almarhum sebagai pribadi yang rendah hati dan dekat dengan semua kalangan. Ia menyebut, Bambang Adi bukan hanya kolega di partai, tetapi juga sosok kakak yang selama ini menjadi tempat berbagi dan meminta nasihat.
“Kalau untuk Mas Bambang sendiri, secara pribadi beliau itu super humble. Bisa berkomunikasi dengan siapa pun, sederhana, merakyat, dan suka membantu orang,” ujar Nurul Iptak saat dimintai keterangan, Kamis (12/2).
Menurutnya, almarhum dikenal tidak pernah membatasi diri dalam bergaul. Dalam setiap kesempatan, Bambang selalu terbuka dan membangun komunikasi dengan siapa saja tanpa memandang latar belakang.
“Ketika berkomunikasi dengan orang, beliau mau dengan siapa pun. Itu menunjukkan betapa humble-nya beliau,” katanya.
Secara politik, Bambang merupakan kader yang telah dua kali mengikuti pemilu dan berhasil meraih kepercayaan masyarakat. Nurul menilai, keberhasilan tersebut tidak lepas dari kuatnya modal sosial yang dimiliki almarhum.
“Beliau tidak menggunakan sumber daya yang begitu besar, tetapi hasilnya maksimal. Karena memang modal sosialnya tinggi dan kedekatannya dengan masyarakat sangat kuat,” ungkapnya.
Kontribusi Bambang dalam membesarkan Partai NasDem di Banjarnegara juga dinilai signifikan. Ia dikenal konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya.
Nurul menuturkan, salah satu kisah yang membekas adalah ketika almarhum memperjuangkan perbaikan jalan menuju pemakaman umum. Saat itu, kondisi jalan rusak, termasuk ketika ibunda Bambang dimakamkan empat bulan lalu.
“Beliau langsung mengusulkan agar jalan itu dibangun. Setelah bagus, justru jalan itu digunakan untuk pemakaman beliau sendiri. Itu cerita yang benar-benar terjadi,” tuturnya dengan suara bergetar.
Tak hanya itu, Bambang juga aktif memperjuangkan nasib para guru, terutama guru honorer dan guru TK yang belum mendapatkan posisi dan kesejahteraan layak. Komunikasinya dengan kalangan pendidik disebut terjalin sangat baik.
“Beliau punya komunikasi yang bagus dengan guru-guru, termasuk yang masih honorer. Itu menjadi bagian dari perjuangannya,” kata Nurul.
Secara pribadi, Nurul mengaku sangat kehilangan. Ia menyebut hubungan mereka bukan sekadar relasi ketua dan anggota partai, melainkan seperti saudara kandung.
“Kalau dengan saya, beliau seperti kakak sendiri. Dalam banyak hal saya minta saran dan sharing ke beliau. Bahkan hal-hal sederhana seperti beli baju atau sepatu pun kadang kami kompak harus kembar,” kenangnya.
Kepergian Bambang, lanjutnya, menjadi kehilangan besar bagi DPD Partai NasDem Banjarnegara. Sosoknya dinilai penting dalam menjaga soliditas dan semangat perjuangan partai.
“Bagi DPD, ini kehilangan besar. Beliau ketika berkomunikasi dengan siapa pun tidak memikirkan kepentingan pribadi. Kehadiran beliau itu sangat penting bagi kami,” ujarnya.
Partai NasDem Banjarnegara berharap semangat pengabdian dan keteladanan Bambang dapat diteruskan oleh kader-kader lainnya. Sementara itu, keluarga besar partai dan masyarakat Banjarnegara mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.***

