JATENG.NASDEM.ID – Anggota Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Lestari Moerijat, menekankan pentingnya peningkatan kemampuan menulis karya ilmiah bagi akademisi dan peneliti di Indonesia. Hal ini disampaikan dalam pembukaan kegiatan Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah dan Peluang Publikasi Jurnal di Springer yang bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Komite Ilmuwan Tetap Indonesia (KITI). Kegiatan ini berlangsung di Hotel Metro Park View, Kota Lama, Kota Semarang pada Kamis, 16/10.
Dalam sambutannya, Lestari Moerdijat menyampaikan bahwa kemampuan menulis karya ilmiah tidak hanya sekadar memenuhi syarat akademik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan intelektual bangsa.
“Kemampuan menulis sesungguhnya adalah ketahanan kita, bentuk ketangguhan intelektual agar komunitas akademis dan peneliti mampu berada di depan dalam menghadapi tantangan zaman,” ujar Lestari Moerdijat dalam sambutanya pada, Kamis (16/10).
Lestari Moerdijat menilai bahwa di tengah derasnya arus teknologi dan munculnya berbagai aplikasi berbasis kecerdasan buatan, kemampuan menulis dan berpikir ilmiah menjadi keterampilan dasar yang tidak tergantikan. Oleh karena itu, pelatihan seperti ini diharapkan dapat membantu peneliti dan dosen meningkatkan kapasitas akademik, etika penelitian, dan integritas publikasi.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antara DPR RI, BRIN, dan KITI untuk mencetak penulis dan peneliti yang berdaya saing global. Menurut data tahun 2024, sejumlah peneliti Indonesia – mayoritas dari kalangan dosen – berhasil masuk dalam daftar ilmuwan berpengaruh dunia versi Universitas Stanford. Sebagian dari mereka berasal dari BRIN.
“BRIN adalah lembaga yang kita yakini mampu mendampingi dan melahirkan peneliti-peneliti unggul di tingkat nasional maupun internasional,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Anggota Komisi X DPR RI tersebut menekankan bahwa keberhasilan publikasi ilmiah tidak hanya diukur dari jumlah tulisan atau mutu semata, tetapi juga dari integritas dan etika yang dijaga. Publikasi yang bermartabat diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat luas, bukan hanya untuk dunia akademik.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi wadah bagi para peserta untuk mengasah kemampuan menulis, memperluas jejaring akademik, serta menumbuhkan semangat kolaborasi penelitian lintas lembaga.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal bagi lahirnya lebih banyak penulis ilmiah dan peneliti Indonesia yang mampu menembus jurnal bereputasi internasional,” Pungkasnya.*

