18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

DPW PARTAI NASDEM JAWA TENGAH Ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro, Refleksi 200 Tahun Perang Jawa dan Komitmen Perjuangan Tanpa Henti

JATENG.NASDE,ID- Makassar, 10 Agustus 2025 – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai NasDem Jawa Tengah melaksanakan ziarah ke Makam Pangeran Diponegoro di Jalan Diponegoro, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu , 10 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus refleksi mendalam memperingati 200 Tahun Perang Jawa (1825–2025), perlawanan heroik yang dipimpin sang pahlawan nasional melawan kolonialisme.

Ziarah diikuti olah jajaran DPW, DPD, Anggota legislatif dan kader serta perwakilan sayap partai sejumlah lebih kurang 150 yang hadir dalam Rakernas Partai NasDem di Makasar.

**“Perang Jawa bukan sekadar perlawanan fisik, tapi perlawanan ideologis melawan penindasan sistemik. Pangeran Diponegoro mengajarkan keteguhan prinsip, kecerdasan strategis, dan pengorbanan tanpa pamrih. Nilai-nilai inilah yang menjadi DNA perjuangan Partai NasDem hari ini

DPW Partai NasDem Jateng menegaskan tiga pesan inti:

  1. Penghormatan pada Warisan Perjuangan: Perang Jawa merupakan fondasi semangat kebangsaan Indonesia yang memadukan kekuatan rakyat, kearifan lokal, dan nilai keagamaan.
  2. Relevansi dalam Konteks Kekinian: Semangat melawan “penjajahan baru” berupa kemiskinan, ketimpangan, dan ketidakadilan masih relevan diwujudkan melalui kebijakan pro-rakyat.
  3. Komitmen Partai NasDem: Menyambungkan estafet perjuangan Diponegoro dengan kerja nyata membangun Jawa Tengah yang berdaulat secara ekonomi, maju dalam demokrasi, dan berkeadilan sosial.

Sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi, NasDem konsisten menjadikan sejarah perjuangan bangsa sebagai kompas. Ziarah ini adalah deklarasi: kami akan terus melanjutkan misi mulia Pangeran Diponegoro melalui jalan konstitusional dan pembangunan berkelanjutan,”

Kegiatan ini sekaligus pengingat komitmen partai untuk mengimplementasikan nilai-nilai kepahlawanan dalam program kerja konkret, seperti:

  • Memperjuangkan kebijakan berpihak pada petani dan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Jateng.
  • Mendorong pendidikan karakter berbasis kearifan lokal dan patriotisme.
  • Mengawal tata kelola pemerintahan yang bersih dan adil.

Tagar Media Sosial:

#200TahunPerangJawa
#Rakernas Partai NasDem 2025, Makassar
#NasDemJateng

#PartaiNasDem
#PangeranDiponegoro
#MerajutIndonesia
#PerjuanganTanpaHenti


  • Pesan Kunci: Menghubungkan heroisme sejarah dengan legitimasi perjuangan Partai NasDem, sekaligus memperkuat tekad Partai NasDem sebagai penerus nilai-nilai kepahlawanan nasional.
  • Berikut intisari Babad Diponegoro (otobiografi yang didiktekan Sang Pangeran selama pengasingan di Manado/Makassar, 1831-1855), dengan fokus pada nilai perjuangan dan konteks Perang Jawa (1825-1830):

ISI POKOK BABAD DIPONEGORO

  1. AKAR PERLAWANAN
  • Penistaan Agama: Protes terhadap kebijakan Belanda yang melecehkan simbol Islam (pemakaman, larangan kuda di masjid, dll).
  • Perampasan Tanah: Pembangunan jalan Belanda merusak makam leluhur & lahan rakyat Tegalrejo.
  • Eksploitasi Ekonomi: Pajak tinggi yang menyengsarakan petani dan pengrajin.

2. MOMEN “PANGERAN MENJADI PANGERAN”

  • Insiden Tegalrejo (20 Juli 1825): Serbuan Belanda ke kediamannya memicu perlawanan fisik pertama.
  • *Pertemuan Selarong: Diponegoro diangkat sebagai pemimpin spiritual-perang dengan gelar *”Sultan Abdulhamid Herucakra Khalifatullah Sayyidin Panatagama”.

3.STRATEGI PERANG GERILYA

  • Basis pertahanan di gua-gua (ex: Gua Selarong).
  • Jaringan ulama & santri sebagai komunikator perjuangan.
  • Persatuan lintas kelas: petani, bangsawan, ulama.

4. VISI KENEGARAAN

  • Tatanan Baru: Impian Jawa merdeka berbasis syariat Islam & keadilan agraria.
  • Penolakan Feodalisme: Kritik terhadap Raja Mataram yang jadi boneka Belanda.

5. PENGKHIANATAN & KEKALAHAN

  • Tipu Muslihat Magelang (28 Maret 1830): Ditangkap saat perundingan damai.
  • *Kata-kata Terkenal: *”Lebih baik mati berkalang tanah daripada hidup dijajah”.

6. SPIRITUALITAS & RAMALAN

  • Wahyu Ratu Adil: Keyakinan Diponegoro sebagai “ratu adil” pewaris takhta Mataram.
  • Pertemuan dengan Kanjeng Ratu Kidul: Simbol legitimasi kosmis perjuangannya.

KUTIPAN IKONIK

“Lamun sira kèndel nèng ngèlmu, kudu kèndel nèng lakon.”
(“Jika kau teguh dalam ilmu, haruslah kau teguh dalam perbuatan.”)

“Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.”
(“Segala rintangan harus ditumbangkan, setiap bencana harus diputus.”)


RELEVANSI UNTUK KONTEKS KINI

  • *Pendidikan Politik: Babad ini mengajarkan *kepemimpinan berbasis integritas, bukan kekuasaan semata.
  • Resistensi Sistemik: Perlawanan terhadap ketidakadilan harus terstruktur & punya basis ideologis.
  • *Peringatan Sejarah: Kegagalan Diponegoro akibat *disintegrasi internal (perselisihan antar pangeran) relevan sebagai pelajaran bagi partai politik modern.

ANALISIS KRITIS

  • *Sumber Primer: Babad Diponegoro adalah dokumen *historis-subjektif (mengandung bias kepahlawanan).
  • Dimensi Mistis vs Realis: Perpaduan antara spiritualitas Jawa dan realitas politik kolonial.
  • Warisan Abadi: Menjadi inspirasi gerakan nasionalis Indonesia abad ke-20 (Soekarno kerap mengutipnya).

*Catatan Penting: Naskah asli Babad Diponegoro tersimpan di Perpustakaan Leiden (Belanda) dalam bentuk *manuskrip berbahasa Jawa aksara Pegon. Versi populer yang beredar di Indonesia adalah terjemahan/adaptasi.


Babad ini bukan hanya kisah heroik, tapi cermin perlawanan manusia atas penindasan — relevan dengan perjuangan melawan ketidakadilan hari ini.
Berikut puisi “Diponegoro” karya Chairil Anwar yang legendaris, dilengkapi analisis singkat untuk konteks peringatan 200 Tahun Perang Jawa:


DIPONEGORO

Karya: Chairil Anwar (1943)

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sekali berarti
Sudah itu mati.


MAKNA & RELEVANSI

  1. Spirit Perlawanan
  • Sajak “Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali” menggambarkan keteguhan Diponegoro melawan kolonial Belanda yang bersenjata lengkap.
  • Relevansi kini: Semangat melawan ketidakadilan (kemiskinan, korupsi, kesenjangan).
  1. Pengorbanan Murni
  • Sekali berarti / Sudah itu mati” menegaskan filosofi perjuangan tanpa pamrih.
  • Pesan untuk politisi: Ketulusan berjuang demi rakyat, bukan kepentingan pribadi.
  1. Metafora Api
  • Bagimu Negeri / Menyediakan api” simbolisasi pengabdian yang membara.
  • Kontekstual: Api = Semangat membangun Jawa Tengah berkeadilan.
  1. Penolakan Penindasan
  • Punah di atas menghamba / Binasa di atas ditindas” mencerminkan prinsip Diponegoro: lebih baik mati daripada dijajah.

**
: “Sekali berarti, sudah itu mati” sebagai peneguh komitmen perjuangan).

  • Slide presentasi dengan grafis pedang-keris dan barisan kader.

Catatan: Puisi ini ditulis Chairil Anwar tahun 1943, menyiratkan kesadaran anti-kolonial di masa pendudukan Jepang — paralel dengan semangat Diponegoro melawan penjajahan Belanda.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top