JATENG.NASDEM.ID- Partai NasDem Jawa Tengah menugaskan Wakil Ketua Bidang Perempuan dan Anak menggelar workshop bertajuk “Merumuskan Rangka Kerja Rumah Aman NasDem Jateng dan Penguatan Sinergitas Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Kegiatan yang berlangsung secara luring dan daring ini diikuti sekitar 50 peserta, terdiri dari pengurus DPW, anggota legislatif perempuan NasDem, mahasiswa, aktivis, hingga pegiat perlindungan anak di Aula Kantor DPW NasDem Jawa Tengah Jl. Madukoro Raya No. 10. Tawangsari, Semarang Barat, Kota Semarang (01/08).
Workshop ini merupakan kelanjutan dari pelatihan Feminisme Pancasila ALEG Perempuan yang telah digelar pada bulan Februari lalu. Tujuan utamanya adalah membangun “Rumah Aman” sebagai pusat edukasi, advokasi, perlindungan, dan pemberdayaan bagi perempuan dan anak. Program ini juga mendorong sinergi antara kader perempuan, aktivis, akademisi, legislatif, eksekutif, dan lembaga hukum.
Sekretaris DPW NasDem Jateng, Amelia Anggraini, menegaskan bahwa sejak awal berdiri, NasDem konsisten memperjuangkan keterlibatan perempuan di dunia politik. Saat ini, partai memiliki ratusan kader perempuan di legislatif dan beberapa kepala daerah perempuan. Melalui Akademi Politik NasDem (APN), partai ini telah menetapkan diri sebagai “rumah politik perempuan” yang terbuka bagi kader maupun non-kader.
Salah satu narasumber utama, Eva Sundari, memaparkan bahwa “Rumah Aman” menjadi fondasi kesetaraan gender. Menurutnya, sejarah Nusantara mendukung kepemimpinan perempuan, namun peran tersebut terpinggirkan akibat kolonialisme VOC yang mendomestikasi perempuan. Restorasi peran perempuan, kata Eva, merupakan bagian dari mengembalikan nilai-nilai luhur bangsa.
Eva juga menyoroti kekerasan fisik terhadap perempuan dan anak sebagai hambatan besar dalam pemberdayaan.
“Rumah Aman harus menjadi tempat perlindungan fisik sekaligus pusat pemulihan, pendidikan, dan advokasi hak-hak perempuan dan anak,” ujarnya saat berbicara sebagai narasumber via zoom, Jumat (01/8).
Ia menambahkan, program sosial ini dapat menjadi investasi politik bagi kader perempuan agar semakin banyak perempuan berperan dalam pengambilan kebijakan publik.
Hasil dari workshop ini diharapkan menjadi langkah awal pendirian Rumah Aman di seluruh wilayah NasDem Jawa Tengah, sebagai wujud nyata komitmen partai dalam melindungi dan memberdayakan perempuan serta anak.***

