18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Mimpi

Ono Sarwono (Kader NasDem)

LIMBUK asyik memandangi layar ponselnya sambil mesam-mesem. Tampaknya ada yang lucu dan membuatnya terhibur. Cangik, maknya, yang memperhatikan anak semata wayangnya itu, tak tahan ingin mengetahui apa gerangan di balik itu.

Kok, senyum-senyum sendiri, Nduk (genduk). Ada yang lucu ya?”

“Iya Mak. Ini loh, berita tentang cerita Pak SBY yang bermimpi naik sepur (kereta) bersama Pak Jokowi dan Bu Megawati.”

Limbuk mengaku takjub terhadap mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang bisa menceritakan mimpinya dengan runut, rinci, dan detil. Itu tidak berbeda dengan kebiasaan beliau sehari-hari yang selalu rapi dan teliti dalam segala hal.

“Apa yang menarik dalam mimpinya, Nduk?”

“Mak belum tahu, belum membaca?”

Lah…aku kan tidak bisa baca!”

“Oh…iya. Hehehe…maaf ya, Mak.”

Menurut Limbuk, mimpinya amat indah karena presiden dan dua mantan presiden bersama-sama naik kereta dalam satu gerbong. Pun dikisahkan, mereka bertiga sempat menikmati kopi kala sedang menunggu kereta di Stasiun Gambir.

Makna dari cerita itu, sambungnya, tentang kerukunan dan persatuan. Sebagai rakyat, rasanya senang jika para pemimpin dan elite bisa benar-benar ‘runtang-runtung’ (bersama-sama) dalam kesehariannya, tidak hanya dalam dunia mimpi.

Tapi, Limbuk buru-buru mengatakan dirinya sejujurnya tidak paham tafsir mimpi beliau. Jamaknya, mimpi memang biasa ditafsirkan. Hanya rumitnya, satu mimpi bisa membuahkan beribu tafsir yang kadang kontradiktif satu dengan lainnya.

“Mak, tahu nggak, apa tafsir mimpinya Pak SBY itu?”

Pada siang hari itu, Cangik dan Limbuk mempunyai waktu longgar setelah semua pekerjaan harian di Istana Amarta rampung. Mereka sejenak kembali ke pondok yang sederhana di samping benteng keraton. Seperti biasanya, melepas lelah sambil mengobrol sebelum kembali ke rutinitas pekerjaan pada sore hari.

“Kamu tadi kan sudah menafsirkan bahwa mimpinya itu tentang kerukunan. Bila para pemimpin kompak, rakyat juga pasti guyub. Itu sangat baik, Nduk.”

“Bukan, maksudku, apa tafsir mimpi naik kereta itu loh, Mak?”

“Oalah….ya tidak tahu. Mbokmu ini bukan ahli tafsir. Menurut saya, sebenarnya yang bisa menafsirkan yang mengalami mimpi itu sendiri. Bila rasanya senang, itu berarti baik, dan begitu juga sebaliknya.”

Bicara mimpi, Cangik mengaku sedikit ingat ocehan mendiang suaminya. Mimpi, katanya, itu dibagi menjadi tiga bagian bila dilihat dari waktu terjadinya. Di situlah yang membedakan mimpi itu hanya akibat angan-angan atau harapan, sesuatu yang serius dipikirkan, dan bisikan gaib.

“Jelasnya, apa yang diceritakan bapak almarhum, Mak?”

Diceritakan, mimpi yang terjadi pada rentang waktu sejak malam tiba hingga tengah malam disebut titiyoni. Ini mimpi yang dianggap tidak memiliki makna apa-apa, hanya karena pengaruh pengalaman sebelum tidur. Biasanya ini terkait dengan kejadian yang dialami pada siang harinya.

Kemudian yang kedua, gandayoni, yaitu mimpi di kala tidur pada tengah malam hingga menjelang dini hari. Jenis mimpi ini menunjukkan kualitas kejiwaan seseorang dalam menyingkap sesuatu yang tersembunyi dalam dirinya. Ini bisa menjadi petunjuk hidup.

Sedangkan yang ketiga golongan puspatajem. Ini mimpi yang terjadi pada waktu dini hari hingga menjelang pagi. Konon, mimpi ini merupakan wangsit atau bisikan gaib tentang segala sesuatu yang bakal terjadi. Namun demikian, maknanya pun tidak mudah dicerna karena tetap masih tersaput warana (bertirai).

“Pertanyaannya, mimpi Pak SBY itu kira-kira pada waktu yang mana, Nduk?”

“Hehehe…nggak tahu Mak. Setahuku, tidak ada penjelasannya soal waktu terjadinya mimpi. Isinya hanya menceritakan tentang mimpi beliau. ”

Cangik mengatakan sesungguhnya mimpi itu hal lumrah bagi siapa pun. Ada yang memaknainya dengan serius tetapi ada pula yang tidak menggagas atau tidak menghiraukan. Mimpi, dalam bahasa umum, sekadar bunganya orang tidur.

Sesaat kemudian Limbuk bercerita bahwa semalam dirinya juga mengalami mimpi tentang sesuatu yang belum pernah dialami. Entah di mana tempatnya, dalam mimpi itu, dirinya dikejar dan digigit ular. Anehnya, sama sekali tidak ada rasa sakit, tetapi hanya muncul takut setelahnya.

“Itu maknanya apa ya, Mak?”

“Ah…mimpimu benar begitu, Nduk? Kira-kira jam berapa?”

“Benar, Mak. Tapi, mbok ya jangan kaget seperti itu. Aku jadi takut.”

Cangik mengaku senang bila Limbuk benar-benar bermimpi digigit ular. Itu berarti tidak lama lagi anak tunggalnya yang sudah cukup umur tersebut bakal bertemu jodohnya. Sudah lama menggelayut harapan memiliki menantu dan momong cucu.

“Dari cerita para leluhur (nenek moyang), bila perawan bermimpi digigit ular itu berarti segera mendapatkan pasangan, Nduk.”

Mbel… malu aku, Mak.”

Menurut Limbuk, itu gugon tuhon, sesuatu yang dipercaya secara turun-temurun tapi belum tentu atau teruji kebenarannya. Namun, sejujurnya Limbuk sudah lama berharap mendapatkan jodoh sesuai dengan harapannya, yang ngayomi (melindungi), ngayani (menyejahterakan), dan ngayemi (membahagiakan).

“Itu sudah banyak buktinya, Nduk. Tapi, saya dulu bertemu bapakmu, tidak mimpi digigit ular, tapi kepengkal (tersepak) kuda.”

“Hehehe…Serius, Mak? Kasihan!”

Tidak terasa waktu terus terus merambat menjemput sore. Cangik dan Limbuk kemudian bersiap-siap kembali ke pekerjaannya, menyapu dan mengepel lantai sitinggil serta menyirami aneka bunga di teras yang sedang mekar indah.***

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top