JATENG.NASDEM.ID – Di tengah meningkatnya risiko pemanasan global, berbagai kelompok masyarakat makin menyadari pentingnya menjaga lingkungan sebagai upaya memperlambat pemanasan global.
Seperti halnya para kelompok nelayan yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) yang melakukan penanaman mangrove di seluruh Indonesia pada Selasa (13/12) lewat kegiatan “Nelayan Mendinginkan Planet” sebagai peringatan Hari Nusantara 2022.
Wakil Ketua Bidang Maritim dan Perikanan DPW NasDem Jawa Tengah S. Ari Nugroho yang mengomandoi para nelayan tradisional di jawa Tengah mengatakan bahwa kegiatan ini adalah upaya untuk menjaga dan merawat lingkungan lewat ekosistem di pinggir laut.
“Dengan terawatnya mangrove di pesisir dapat memulihkan lingkungan laut dan ekosistem biota laut yang banyak dijumpai di hutan-hutan mangrove,” terang Ari selepas acara.
Kegiatan ini juga bertujuan agar generasi kedepan dapat merasakan dan ikut merawat kehidupan biota-laut yang berkembangbiak di bawah tumbuhan mangrove seperti kepiting bakau, udang , ikan-ikan pesisir, dan lain-lain.
Ari yang juga Ketua KNTI Jawa Tengah ini menegaskan bahwa kegiatan ini diilhami oleh semangat Deklarasi Djuanda pada tahun 1957 yang menyatakan kepada dunia bahwa Laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, diantara dan di dalam kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.
Untuk itu, menjaga lingkungan pesisir juga merupakan ihtiar untuk menjaga lingkungan secara keseluruhan. Terlebih tanaman mangrove menyumbangkan sebagian oksigen di bumi.
“Mangrove salah satu penyumbang oksigen terbesar di bumi maka dari itu keberlangsungan kehidupan adalah tanggung jawab kita semua . Mangrove juga bisa di olah menjadi produk produk UMKM oleh masyarakat pesisir,” tambahnya.
Kegiatan ini diikuti berbagai lapisan masyarakat dari pemerintah daerah, LSM, Karang Taruna , organisasi masyarakat, akademisi, para pemangku kebijakan, serta masyarakat umum. dan Stake Holder lainnya dan Tentunya masyarakat nelayan sendiri .
“Semoga di Hari Nusantara 13 Des 2022 ini masyarakat pesisir lebih peka dalam kegiatan positif untuk mitigasi perubahan iklim yang sudah menjadi krisis iklim mengancam keberlangsungan ekosistem laut dan lingkungan,” pungkasnya.

