JATENG.NASDEM.ID – Tak hanya membuka lapangan baru serta mewujudkan pemerataan pemerataan ekonomi, para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) juga berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Tak heran, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa UMKM juga akan mendapatkan prioritas dalam alokasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk mendorong pemulihan yang cepat.
Seperti yang diketahui, UMKM di masa Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak 2020 mendapatkan dampak yang begitu besar. Bukan hanya berhenti beroperasi, namun tak sedikit pula yang memutuskan gulung tikar.
Untuk mendukung hal ini, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Pratikno hadir dalam Pengembangan Usaha Mikro dalam Management Usaha Kecil (MUK) pada Kamis (9/6) kemarin.
Agenda yang digelar di sebuah kedai kopi di Kecamatan Ngabul, Jepara ini mendorong para pelaku UMKM agar berkompeten dalam mengelola dan mengatur berkembangnya usaha di masa sekarang terlebih dan yang akan datang agar dapat naik kelas.
“Orientasi Pengembangan UMKM sangatlah penting khususnya Coffee shop pada pasca-pandemi Covid-19. Recovery atau pemulihan ekonomi salah satunya melalui kegiatan pengembangan usaha kecil memang sepatutnya mendapatkan dukungan dari Pemerintah khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Jepara,” terang Pratikno.
Ketua DPD NasDem Kabupaten Jepara ini menegaskan bahwa UMKM merupakan bagian pilar ekonomi kerakyatan yang harus diperhatikan oleh semua pihak.
Terlebih dalam dua tahun terakhir, para pelaku UMKM harus dihadapkan dengan pandemi Covid-19. Maka support dari pemerintah menurutnya adalah hal yang mutlak.
Dalam kesempatan tersebut, Pratikno memberikan sambutan sekaligus memberikan bantuan mesin grinder kopi.
“Ini adalah adalah salah satu bentuk dukungan untuk pelaku usaha (MUK) Coffee Shop Jepara,” pungkasnya.
Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Diskopukmnakertrans) Jepara, Eriza Rudi Yulianto.
Seperti yang diketahui, UMKM memiliki peran untuk mempercepat pemulihan ekonomi di Indonesia yang sempat melambat akibat pandemi Covid-19. Lebih dari itu, UMKM bahkan menjadi tulang punggung Tanah Air.
Hal ini terloihat dari kemampuan UMKM dalam menyerap 97 persen tenaga kerja dan mengintegrasikan investasi sebesar 60,4 persen.
Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp 8,6 triliun.

