JATENG.NASDEM.ID – Konflik yang terjadi di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo menjadi perhatian nasional. Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi NasDem Kabupaten Purworejo Kak M Abdullah menyatakan keprihatinannya terhadap apa yang tengah dialami masyarakat setempat.
“Perbincangan yang terjadi tak lepas dari proyek strategis Bendungan Bener, baik yang berkaitan dengan pembebasan lahan, maupun rencana pengambilan batu andesit di Desa Wadas. Kita semua tentu prihatin dengan apa yang terjadi,” kata Kak Abdullah dalam pandangan umum Fraksi Nasdem di Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo, Rabu (16/2) kemarin.
Dalam kesempatan ini, Kak Abdullah juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai tokoh yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang tengah dihadapi oleh masyarakat Purworejo. Namun begitu, ia meminta agar para tokoh memberikan solusi dari permasalahan tersebut.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai tokoh yang memberikan perhatian terhadap persoalan di kabupaten kita tercinta. Namun demikian, siapapun mereka terutama para tokoh untuk memberikan statemen positif, bukan yang negatif. Memberikan solusi, bukan provokasi,” ia menekankan.
Atas peristiwa yang terjadi di Desa Wadas, Kak Abdullah ingin semua pihak melihat dari kacamata kemanusiaan dan bukan malah dijadikan sarana untuk kampanye pilpres.
“Persoalan pembangunan Bendungan Bener jangan dijadikan sarana kampanye untuk Pilpres tahun 2024 karena kasihan pada rakyat yang makin menderita dan sengsara terutama di seputaran kawasan Kecamatan Bener,” katanya menegaskan.
Pekan lalu, Desa Wadas menjadi perhatian nasional karena terjadi gejolak antara warga dan aparat. Puluhan warga sempat diamankan meski kemudian dilepaskan kembali. Hingga saat ini, sebagian warga masih ingin mempertahankan tanahnya dan menolak lahan mereka dijadikan tambang bantu andesit untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional Bendungan Bener.