JATENG.NASDEM.ID – Rencana pemindahan Rutan Kelas I Solo ke Sukoharjo atau Karanganyar didasarkan pada sejumlah alasan. Bukan semata karena kapasitas yang sudah overload atau jumlah warga binaan yang melebihi daya tampung.
Namun, ada sejumlah hal lain yang menjadi pertimbangan untuk memindahkan rutan tersebut. Misalnya, masalah banjir seperti yang terjadi pada Jumat siang pekan lalu, di mana genangan air sampai masuk ke puluhan kamar warga binaan.
Selain itu, dengan lokasi yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk pengembangan atau perluasan area rutan karena berada di kawasan padat penduduk.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi rencana relokasi Rutan Kelas I Solo, Senin (14/2). Rapat dihadiri Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, anggota Komisi III DPR Kak Eva Yuliana, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Tengah A Yuspahruddin, dan Kepala Rutan Kelas I Solo Urip Dharma Yoga.
Gibran mengatakan lokasi baru untuk pemindahan Rutan Solo saat ini masih dicari. Yang jelas untuk di dalam Kota Solo sudah tidak memungkinkan karena sudah tidak ada ketersediaan lahan yang memadai.
Maka pilihannya adalah memindahkan Rutan Kelas I Solo ke luar daerah, tetapi juga tidak terlalu jauh dari Solo.
“Tentu tidak akan jauh-jauh dari Solo. Di Solo tidak ada lahan sebagai alternatif pemindahan sehingga kami sedang upayakan untuk dipindah ke daerah lain. Tentu yang dekat dengan Solo. Namanya saja Rutan Kelas I Surakarta,” kata Kak Eva Yuliana yang juga menjabat sebagai Ketua DPD NasDem Surakarta.

