18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Buka Seluas-luasnya Akses Perawatan dan Edukasi tentang Kanker Bagi Masyarakat

JATENG.NASDEM.ID – Akses perawatan dan edukasi bagi penderita dan penyintas kanker harus dibuka seluas-luasnya agar seluruh masyarakat dapat merawat dan mempertahankan kehidupan mereka.

“Kanker, masih menjadi salah satu penyakit yang paling berbahaya dan mematikan. Karena itu, perlu pemahaman sejak dini untuk mengatasi segala jenis ketakutan berhadapan dengan kanker,” kata Wakil Ketua MPR RI, Kak Lestari Moerdijat dalam sambutannya pada webinar dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia bertema Ayo Cegah Kanker Serviks dengan Vaksinasi HPV dan Deteksi Dini Sekarang Juga, yang diselenggarakan atas kerja sama Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Cancer Information dan Support Center (CISC), Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) dan MSD (Merck&Co Inc) Indonesia, Jumat (4/2).

Tahun ini, ujar Kak Lestari, peringatan hari kanker sedunia mengusung sebuah kampanye 2022-2024
Close The Care Gap.

Tema itu, tambah Kak Rerie, sapaan akrab Kak Lestari, mengajak semua elemen masyarakat yang peduli untuk melakukan kampanye mengurangi celah perawatan pada penderita dan penyintas kanker di masa pandemi ini.

Akses perawatan bagi penderita dan penyintas kanker, tegas Kak Rerie, sangat penting untuk dibuka seluas-luasnya, agar setiap penderita dan penyintas mampu merawat dan mempertahankan kehidupan mereka.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu berpendapat, tantangan bagi penderita dan penyintas tak hanya soal tahapan perawatan yang dilewati selama pandemi.

Namun, tambahnya, juga terkait upaya kampanye untuk membangun kesadaran tentang bahaya kanker secara
khusus kanker serviks dan kanker payudara.

Kesadaran mengenai berbahayanya kanker, ujar Kak Rerie, bukan untuk menakuti diri, justru sebaliknya agar masyarakat memahami bahwa memutus sel kanker tumbuh dan menyebar adalah upaya yang bisa dilakukan.

Berdasarkan data Globocan, di Indonesia sejak 2018 tercatat angka kanker serviks meningkat hampir 15%. Menurut dia, inisiatif para pemangku kepentingan sangat diperlukan dalam memulai kampanye agar masyarakat segera melakukan deteksi dini dan vaksinasi HPV, untuk mencegah meningkatnya penderita kanker serviks di tanah air.

Semakin banyak yang dijangkau, ujar Kak Rerie, semakin tinggi pula tingkat pemahaman masyarakat tentang kanker, sehingga mendorong setiap lapisan masyarakat untuk melakukan deteksi dini.

“Apapun bahayanya kanker, tugas kita adalah merayakan kehidupan. Merayakannya dengan mempertahankan dan
merawat kehidupan dimulai lewat kampanye untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kanker,” pungkasnya. *

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top