18Tube.tv is a free hosting service for porn videos. You can create your verified user account to upload porn videos to our website in several different formats. 18tube Every porn video you upload will be processed in up to 5 working days. You can also use our embed code to share our porn videos on other websites. On 18Tube.tv you’ll also find exclusive porn productions shot by ourselves. Surf around each of our categorized sex sections and choose your favorite one: amateur porn videos, anal, big ass, blonde, brunette, etc. You will also find gay and transsexual porn videos in their corresponding sections on our website. Watching porn videos is completely free!

Kak Sugeng Suparwoto Dorong Pengembangan Produk Berbasis Kearifan Lokal

JATENG.NASDEM.ID – Siapa masyarakat Indonesia yang tak kenal dengan minyak herbal dengan merek Kutus-Kutus? Tak hanya dikenal di pasar domestik, produk ini juga mampu menembus pasar internasional. Atas keberhasilan produk PT Tamba Waras ini, Ketua Komisi VII DPR RI Kak Sugeng Suparwoto menyampaikan apresiasi saat meninjau Pabrik Minyak Kutus-Kutus di Gianyar, Bali, Kamis (27/1) lalu.

“Kutus-Kutus adalah produk herbal yang memiliki banyak khasiat. Ini sebuah fenomena luar biasa. Kutus-Kutus mampu menembus pasar seluruh Indonesia dengan jumlah reseller-nya lebih dari 5.000, bahkan sudah ke mancanegara,” ujar Kak Sugeng saat memimpin Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VII DPR tersebut.

Legislator NasDem itu menegaskan produk seperti itu layak menjadi perhatian dan mendapat dukungan untuk terus dikembangkan. Ia menjelaskan, semua bahan baku yang digunakan dalam produk minyak Kutus-Kutus adalah jenis herbal. Ia juga mengapresiasi sisa olahannya dikelola menjadi produk lain yang berdaya guna.

“Ada 69 komponen herbal yang digunakan, sehingga menghasilkan suatu produk minyak oles atau baluran yang berkhasiat untuk kesehatan dan sudah dikenal masyarakat luas. Ini merupakan produk industri yang sama sekali tidak ada limbahnya karena bahan sisa atau ampas olahannya dikelola menjadi produk lain, seperti sabun,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersbeut, Kak Sugeng juga melihat produksi yang sederhana namun supply chains atau mata rantainya panjang. Bahan baku herbal yang digunakan juga dibeli secara langsung dari masyarakat dengan kualitas yang terkontrol.

“Bambang Pranoto selaku pemilik dan pendiri Kutus-Kutus, juga sekaligus menjadi herbal tester atas produknya. Pada intinya mereka ingin pemerintah atau negara hadir menertibkan mereka yang melanggar aturan yang berlaku. Sedangkan bagi yang tidak melanggar dan patuh pada peraturan yang ada biarkanlah berkembang,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, upah yang diberikan pada para karyawan terhitung besar. Bahkan mencapai dua kali UMR daerah tersebut yang take home pay-nya mencapai Rp 7 juta. Untuk itu ia berharap, produk-produk yang dimulai dari kearifan lokal dan ada sentuhan-sentuhan emosional, bisa terus berkembang dan terbangun kreativitasnya.

“Silakan gali kreativitas-kreativitas yang berdimensi kearifan lokal semacam itu. Toh nanti ada standar-standarnya yang secara kasat mata dan dirasa itu tidak menimbulkan efek samping yang membahayakan,” pungkas Legislator NasDem dari Dapil Jawa Tengah VIII (Kabupaten Cilacap dan Banyumas) tersebut.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top